Kilas Balik

Beda Tanggal 1 Juli 2020 Hari Bhayangkara ke-74 dan Hari Kemerdekaan Papua Barat Diklaim KKB Papua

Padahal awalnya tanggal 1 Juli dikenal sebagai Hari Bhayangkara dan sejauh ini belum ada yang mengklaim sebagai hari bersejarah kelompok lain,

Facebook/TNPNB
Ilustrasi: Beda Tanggal 1 Juli 2020 Hari Bhayangkara ke-74 dan Hari Kemerdekaan Papua Barat Diklaim KKB Papua 

Di samping OPM, ada juga organisasi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).

TPNPB adalah sayap militer dari OPM.

TPNPB dibentuk pada 26 Maret 1973, setelah Proklamasi Kemerdekaan Papua Barat 1 Juli 1971 di Markas Victoria.

Pembentukan TPNPB adalah Tentara Papua Barat berdasarkan Konstitusi Sementara Republik Papua Barat yang ditetapkan 1971 pada Bab V bagian Pertahanan dan Keamanan.

Sejak 2012 melalui reformasih TPN, Jenderal. Goliath Tabuni diangkat menjadi Panglima Tinggi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat.

Beda Hari Bhayangkara

Presiden Joko Widodo saat upacara peringatan HUT ke-73 Korps Bhayangkara yang digelar di kawasan Monas, Rabu (10/7/2019). Foto: Bid Humas Polda Metro Jaya.
Presiden Joko Widodo saat upacara peringatan HUT ke-73 Korps Bhayangkara yang digelar di kawasan Monas, Rabu (10/7/2019). Foto: Bid Humas Polda Metro Jaya. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Hari Bhayangkara ke-74 yang jatuh pada hari Rabu 1 Juli 2020 berbeda dengan Hari Kemerdekaan Papua Barat yang diklaim KKB Papua dimulai sejak tahun 1971.

Dari usia saja sudah tersirat bahwa Hari Kemerdekaan Papua Barat yang diklaim KKB Papua itu hanya berumur 49 tahun, sedangkan Hari Bhayangkara sudah 74 tahun atau sudah kental pengalaman.

Sejauh ini masyarakat mengidentikkan Hari Bhayangkara yang diperingati setiap tanggal 1 Juli sebagai peringatan ulang tahun atau terbentuknya Kepolisian RI (Polri).

Padahal, bukan itu makna di balik hari keramat 1 Juli tersebut.

Hari Bhayangkara merupakan hari Kepolisian Nasional yang diambil dari momentum turunnya Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 1946.

Peraturan itu menyatukan kepolisian yang semula terpisah sebagai kepolisian daerah, menjadi satu kesatuan nasional dan bertanggung jawab secara langsung pada pimpinan tertinggi negara, presiden.

Dilansir dari keterangan Divisi Humas Polri melalui akun Facebook-nya, nama Bhayangkara adalah istilah yang digunakan Patih Gadjah Mada dari Majapahit untuk menamai pasukan keamanan yang ditugaskan menjaga raja dan kerajaan kala itu.

Namun, keberadaan pasukan pengamanan mengalami perubahan bentuk dan komando.

Kala itu, Indonesia dijajah oleh bangsa Belanda dan Jepang selama kurun waktu yang cukup panjang.

Masa penjajahan Belanda

Saat di bawah jajahan Belanda, pasukan keamanan diambil dari warga pribumi dan ditugaskan untuk menjaga aset dan kekayaan orang-orang Eropa di Hindia Belanda.

Pasukan keamanan ini terbagi menjadi beberapa bentuk, misalnya Veld Politie (Polisi Lapangan), Stands Politia (Polisi Kota), Cultur Politie (Polisi Pertanian), dan Bestuurs Politie (Polisi Pamong Praja).

Akan tetapi, saat itu pribumi yang menjadi bagian dari anggota keamanan tidak bisa menempati posisi-posisi tinggi seperti hood agent (bintara), inspekteur van politie, dan commisaris van politie.

Mereka hanya diperkenankan menjadi mantri polisi, asisten wedana, dan wedana polisi.

Koloni Belanda juga sempat membentuk kepolisian modern selama 1897-1920.

Inilah yang menjadi cikal bakal terbentuknya Polri saat ini.

Masa kolonialisasi Jepang

Saat jepang menguasai Nusantara, kepolisian dibagi-bagi berdasarkan wilayah.

Ada kepolisian Jawa dan Madura yang berpusat di Jakarta, Kepolisian Sumatera dengan pusat di Bukittinggi, Kepolisian Indonesia Timur berpusat di Makassar, dan Kepolisian Kalimantan yang pusatnya ada di Banjarmasin.

Berbeda dengan zaman Belanda yang hanya mengizinkan jabatan tinggi diisi oleh orang-orang mereka, saat di bawah Jepang, Kepolisian dipimpin oleh warga Indonesia.

Akan tetapi, meski menjadi pemimpin, orang pribumi masih didampingi pejabat Jepang yang pada praktiknya lebih memegang kuasa.

Masa kemerdekaan

Setelah Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu, polisi bentukan Jepang seperti PETA dan Gyu-Gun dibubarkan.

Dan setelah Soekarno-Hatta memproklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, kepolisian yang tersisa dari masa penjajahan menjadi kepolisian Indonesia yang merdeka.

Pada 19 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) membentuk Badan Kepolisian Negara (BKN).

Selanjutnya, pada 29 September 1945, Presiden Soekarno menetapkan dan melantik R.S. Soekanto Tjokrodiatmodjo menjadi Kepala Kepolisian Negara (KKN).

Kala itu, kepolisian masih ada di bawah Kementerian Dalam Negeri dengan nama Djawatan Kepolisian Negara untuk urusan administrasi.

Akan tetapi pertanggungjawaban operasional dilakukan kepada Jaksa Agung.

Namun, sejak terbitnya PP Nomor 11 Tahun 1946, kepolisian negara bertanggung jawab secara langsung kepada presiden.

Sejak ditetapkan pada tahun 1946, pada 1 Juli 2020, Kepolisan merayakan Hari Bhayangkara yang ke-74.

Selamat Hari Bhayangkara untuk segenap jajaran anggota juga institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia. (Surya.co.id/Putra Dewangga Candra Seta/Serambinews.com)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul KKB Papua Klaim 1 Juli Hari Kemerdekaan Papua Barat, Begini Sejarahnya dan Asal-usul Bendera OPM dan di serambinews.com dengan judul 1 Juli Diperingati sebagai Hari Bhayangkara, Begini Sejarah di Balik Penetapannya

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved