Pilkada Tangsel

Bawaslu Anggap Kasus Permintaan Data ASN Jelang Pilkada 2020 Kota Tangsel Rawan Konflik

Kasus pesan berantai tentang permintaan data aparatur sipil negara (ASN) dan non ASN lingkup Pemerintah Kota Tangsel berbuntut panjang.

Warta Kota/Rizki Amana
Ketua Bawaslu Kota Tangsel, Muhamad Acep (kiri), Anggota Bawaslu RI Divisi Hukum, Fritz Edward Siregar (tengah), Ketua Bawaslu Provinsi Banten, Didih M Sudi (kanan) saat menggelar konferensi pers di Kantor Bawaslu Kota Tangsel, Selasa (30/6/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, SERPONG - Kasus pesan berantai tentang permintaan data aparatur sipil negara (ASN) dan non ASN lingkup Pemerintah Kota Tangerang Selatan berbuntut panjang.

Pasalnya, kasus yang ditangani Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) itu belum ditemukan dalangnya.

Bahkan, tersebarnya pesan berantai itu menimbulkan polemik di publik terkait netralitas ASN pada Pilkada 2020 Kota Tangsel.

Anggota Bawaslu RI Divisi Hukum, Fritz Edward Siregar mengatakan, kasus pesan berantai itu masih dalam tahapan kajian terkait pihak Bawaslu Kota Tangsel.

Partai Gerindra Beri Sinyal Kepada Rahayu Maju di Pilkada 2020 Kota Tangerang Selatan

HUT ke-74 Bhayangkara, DPR RI Minta Polri Profesional Jelang Pilkada Serentak 2020

Kajian itu berupa penyelidikan kasus dari beberapa sumber yang terkait untuk dapat menyimpulkan unsur pelanggaran atau tidaknya pada kasus tersebut.

"Memang saat ini Bawaslu sudah melakukan pembahasan bersama dengan Sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu-Red) apakah ada dugaan pelanggaran pidana di dalam temuan tersebut," kata Fritz di Kantor Bawaslu Kota Tangsel, Selasa (30/6/2020).

"Dan Bawaslu menetapkan apakah itu sebuah tindakan atau melanggar netralitas ASN."

Dia juga mengatakan, ada dugaan untuk pelanggaran pidana sehingga harus dibahas dalam kajian dan undang-undang yang dilanggar.

"Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari Pak Ketua (Bawaslu Kota Tangsel) Acep bahwa sekarang Sentra Gakkumdu sedang membahas dugaan pelanggaran tersebut," katanya lagi.

Bawaslu Bakal Gelar Rapat Pleno untuk Putuskan Kasus Beredarnya Pesan Berantai Ajak ASN di Pilkada

Perihal Permintaan Data ASN Jelang Pilkada 2020 Kota Tangsel, Camat Pondok Aren Merasa Difitnah

Frits mengatakan bahwa pesan berantai itu berdampak di kalangan publik akan sikap netralitas ASN.

Halaman
12
Penulis: Rizki Amana
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved