Breaking News:

Bank DKI Bantu dan Dorong Ekonomi UKM Lewat Platform E-Order

Sebanyak 50 persen dari total debitur segmen usaha kecil dan menengah (UKM) perseroan yang terdampak Covid-19 telah mengajukan keringanan kredit

istimewa
Bank DKI menyediakan layanan perbankan melalui mobile branch di sejumlah titik, termasuk di rusunawa Jakarta. 

WARTAKOTALVE.COM - Platform e-Order miliki Bank DKI mendapatkan apresiasi dari Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Ariza). Sebab e-Order ini bisa membantu sektor usaha kecil dan menengah (UMK).

Apalagi ditengah pandemi Covid-19, sektor UMK turut terdampak sehingga banyak UKM yang terpaksa melayangkan permohonan keringanan kredit atau restrukturisasi kepada bank, termasuk ke Bank DKI. “Kami sangat mengapresiasi usaha dari Bank DKI untuk turut serta memperbaiki perekonomian Jakarta dengan e-Order,” kata Ariza dalam keterangan resmi, Selasa (30/6/2020).

Orang nomor dua DKI itu mengatakan, e-Order yang dikembangkan oleh bank milik Pemerintah Provinsin (Pemprov) DKI itu merupakan langkah baik untuk membantu perekonomian Jakarta, khususnya di sektor UMK.

Terus Diserang Penggemar Baim Wong, Nikita Mirzani Geram dan Maki-maki Netizen

Alami Trauma Gagal Menikah Membuat Karyawan Bank Cekik Kekasih hingga Tewas

“Harapannya dengan keterlibatan berbagai pihak, mudah-mudahan Jakarta bisa segera pulih dari Covid-19 di segala bidang, termasuk perekonomian,” katanya. Platform e-Order, merupakan sebuah marketplace yang akan menyambungkan para pelaku UKM dengan Pemprov DKI Jakarta. Belanja Pemprov DKI Jakarta dinilai dapat menjadi peluang besar bagi pelaku UKM tersebut.

Relaksasi

Sebelumnya, PT Bank DKI mencatatkan sebanyak 50 persen dari total debitur segmen usaha kecil dan menengah (UKM) perseroan yang terdampak Covid-19 telah mengajukan keringanan kredit atau restrukturisasi.

Bank DKI menyebut pandemi Covid-19 yang memberikan dampak signifikan pada segmen UKM yang dikhawatirkan akan mengganggu kemampuan membayar para debitur, sehingga akan mengakibatkan kenaikan kredit bermasalah.

Namun demikian, dengan adanya relaksasi yang telah diberlakukan otoritas jasa keuangan (OJK), ini akan sangat sangat membantu bank sehingga peningkatan kredit bermasalah dapat lebih ditekan.

Panglima Koarmada I Akan Lanjutkan Pembinaan Kopaska Menuju Pasukan Profesional

Rencana Latihan Lagi 6 Juli, Persib dan Pihak Stadion GBLA Sepakat Terapkan Protokol Kesehatan

Karena itulah Bank DKI mengembangkan platform khusus bagi UKM yang diberi nama e-Order. E-Order ini akan memfasilitasi sekitar 50 persen UKM yang mengajukan relaksasi yang ternyata tidak terhubung ke digital.

Adapun berdasarkan laporan publikasi perseroan per Maret 2020, kredit yang disalurkan perseroan adalah sebesar Rp 26,47 triliun atau 3,16 persen dari total kredit yang disalurkan kepada debitur segmen UKM. 

Halaman
12
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved