Warga Kompleks Pluit Putri Ajukan Kasasi Terkait Pembangunan Sekolah BTB

Sejak PSBB tidak ada pergerakan. Awal PSBB di bulan Maret masih ada kegiatan, tapi pas PSBB mereka sudah stop sampai sekarang belum ada kegiatan

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Agus Himawan
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Warga mengungkapkan aspirasinya dengan membawa spanduk ungkapan protes di lahan hijau yang akan dibangun sekolah, di Komplek Pluit Putri, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (4/11/2019). 

WARTAKOTALIVE.COM - Warga Komplek Pluit Putri, Penjaringan, Jakarta Utara, mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) seusai gugatan pembangunan Sekolah Bina Tunas Bangsa (BTB) ditolak di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Jakarta.

Ketua Forum Komplek Pluit RT 03, 05 dan 06, Rosa Aliandoe, mengatakan, warga kecewa. Sehingga mereka mengajukan kasasi MA demi mendapatkan keadilan. “Tim pengacara kami sudah mendaftarkan pekan kemarin (Jumat, 26 Juni 2020). Nah, hari ini (Senin, 29 Juni 2020) memori kasasinya,” ucap Rosa, Senin (29/6/2020).

Dibanding Pasar Modern, Pasar Tradisional Belum Sepenuhnya Mematuhi Soal Jaga Jarak dan Cuci Tangan

Siswa Alami Stres karena Tak Diterima Seleksi PPDB Kota Tangerang

Menurut Rosa, memori kasasi diperlukan untuk memperkuat upaya kasasi yang diajukan agar gugatannya selama ini dapat dikabulkan oleh majelis hakim. “Ini persiapan untuk menguatkan dalil pada tingkat kasasi secara hukum.

Mengolah kembali apa yang disampaikan di memori kasasi. Sehingga lebih tajam secara substansi,” ungkapnya.
Selama proses hukum berjalan, pembangunan Sekolah BTB di Jalan Taman Pluit Putri sempat berjalan. Menurut Rosa, kondisi itu membuat warga sekitar menjadi terganggu.

“Semua warga terutama warga yang rumahnya berhadapan, merasa terganggu karena kendaraan proyek. Jadi, menciptakan banyak masalah setiap kali kendaraan masuk dan bikin macet. Belum polusi suara yang juga sangat mengganggu,” ungkapnya.

Southampton Mendesak Watford ke Bibir Jurang Degradasi

Liga1 Segera Bergulir Kembali, Achmad Jufriyanto Minta PSSI Benar-benar Terapkan Protokol Kesehatan

Namun demikian seiring adanya pandemi Covid-19, Rosa menceritakan pembangunan yang sudah memasuki pemadatan tanah untuk pondasi hingga penanaman tiang pancang terhenti. “Sejak PSBB tidak ada pergerakan. Awal PSBB di bulan Maret masih ada kegiatan, tapi pas PSBB mereka sudah stop sampai sekarang belum ada kegiatan,” ungkap Rosa.

Sebelumnya warga menggugat penerbitan IMB pembangunan Sekolah BTB kepada PT Jakarta Propertindo (Jakpro) oleh Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Jakarta Utara. Pasalnya lokasi pembangunan Sekolah BTB tersebut merupakan lahan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum). Atas permasalahan ini warga juga sempat mengadu ke DPRD DKI Jakarta.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved