Breaking News:

Berita Daerah

Warga Desa Mompang Julu, Sumatera Utara Protes Pemotongan Dana BLT, Berujung Pembakaran Mobil

Protes warga tersebut dilakukan lantaran laporan yang mereka sampaikan kepada instansi terkait tak mendapatkan tanggapan.

Dennis Destryawan/Tribunnews.com
Ilustrasi kericuhan antara massa dengan petugas keamanan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Aksi protes warga Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Mandailing Natal, Sumatera Utara, terkait pemotongan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) berakhir ricuh.

Kericuhan tersebut terjadi saat ratusan warga menutup jalan yang menghubungkan mereka Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Massa yang tersulut emosi lantaran disemprot Water Canon melempari aparat keamanan dan kemudian membakar dua mobil.

Liga1 Segera Bergulir Kembali, Achmad Jufriyanto Minta PSSI Benar-Benar Terapkan Protokol Kesehatan

KEKEJAMAN China terhadap Muslimah Uighur Dibongkar Media Inggris, Wanita Dipaksa Sterilisasi-Aborsi

Protes warga tersebut dilakukan lantaran laporan yang mereka sampaikan kepada instansi terkait tak mendapatkan tanggapan.

Berdasarkan informasi, pada Senin (29/6/2020), sekitar pukul 10.00 WIB, massa mulai memblokade jalan nasional.

Warga memprotes kebijakan kepala desa yang seharusnya membagikan uang sebesar Rp 600.000 kepada penerima BLT.

Namun, yang diberikan hanya sebesar Rp 200.000.

"Kenapa bantuan yang seharusnya diberikan Rp 600.000 per kepala keluarga, namun yang didapat hanya Rp 200.000?" ujar Awaluddin, salah seorang warga saat orasi.

Kuncoro, Asisten Pelatih Arema FC Pantau Perkembangan Pemain Muda

Bidan Selingkuh dengan Perangkat Desa di Banyumas, Saat Disidang Warga Mengamuk

Awaluddin mengatakan, persoalan itu sudah mereka sampaikan ke berbagai pihak, mulai dari kepolisian hingga ke pemerintah daerah. Namun belum juga ada respons dan tindak lanjutnya.

"Apa yang sudah dilakukan kepala desa ini sudah melanggar hukum, dan hal ini sudah kami laporkan, namun belum ada juga respons dari pemerintah. Kami tidak mau lagi ditipu-tipu, kami minta kepala desa dicopot," ujar Awaluddin dan disambut dukungan ratusan warga lainnya.

Selain memblokade jalan, warga juga membakar ban bekas. Aksi ini mengakibatkan arus lalu lintas berhenti total hingga menimbulkan kemacetan panjang.

Sekitar pukul 12.00 WIB, Kepala Kepolisian Resor Madina AKBP Horas Tua Silalahi bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Madina Ghozali Pulungan turun ke lokasi dan berusaha melakukan mediasi dengan warga.

BERITA FOTO: Orangtua Murid Unjuk Rasa Tolak PPDB di Kemendikbud

Kondisi Terjaga Baik, Persipura Jayapura Siap Menatap Lanjutan Kompetisi Liga 1 2020

Halaman
12
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved