Novel Baswedan Diteror

Penasihat Hukum Terdakwa: Buat Apa Jujur dan Akui Perbuatan Bila Masih Dituntut Hukuman Berat?

Kata salah satu anggota tim penasihat hukum, kedua terdakwa sudah sepantasnya mendapatkan hukuman ringan, mempertimbangkan fakta persidangan.

Penulis: | Editor: Yaspen Martinus
WARTA KOTA/ADHY KELANA
Dua tersangka penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, RM dan RB, keluar dari Rutan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, untuk dipindahkan ke Rutan Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (28/12/2019) siang. Keduanya yang merupakan polisi aktif ditangkap di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Tim penasihat hukum menilai terdakwa Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette layak diapresiasi karena berani mengakui dan mempertanggungjawabkan perbuatan menganiaya penyidik KPK Novel Baswedan.

Sehingga, kata salah satu anggota tim penasihat hukum, kedua terdakwa sudah sepantasnya mendapatkan hukuman ringan, mempertimbangkan fakta persidangan.

"Orang sukarela mengakui perbuatan dituntut hukuman berat, hal ini tidak memberi pembelajaran bagi masyarakat."

LIVE STREAMING Sidang Kasus Novel Baswedan Diserang, Perkara Sarang Burung Walet Dibawa-bawa Lagi

"Seharusnya, pelaku yang jujur sudah sepatutnya diberi penghargaan tuntutan rendah dari jaksa," kata tim penasihat hukum terdakwa, saat sidang beragenda pembacaan duplik di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Senin (29/6/2020).

Menurut dia, sidang perkara tersebut dapat menjadi contoh bagi sidang yang lain.

Poin utamanya adalah terdakwa dituntut hukuman ringan dari jaksa.

Kuasa Hukum Penyerang Novel Baswedan: Banyak Tak Tahu Fakta Persidangan Namun Seenaknya Komentar

Dia menjelaskan, tidak semua pelaku tindak pidana berani mempertanggungjawabkan perbuatan.

"Harapan kami sidang menjadi role model proses penuntutan sidang yang lain."

"Sehingga diharapkan pelaku tindak pidana jujur, mengakui perbuatan (agar) dituntut rendah."

Divisi Hukum Polri Siap Bela Novel Baswedan Jika Diminta

"Apabila yang sudah bersikap jujur, mengakui perbuatan dituntut (hukuman) berat, maka buat apa bersikap jujur dan mengakui perbuatan?" Tuturnya.

Dia menambahkan, ada hal-hal meringankan yang dapat menjadi pertimbangan majelis hakim menjatuhkan putusan.

"Terdakwa masih muda, belum pernah dihukum, tidak pernah mempersulit persidangan, mengakui perbuatan."

Marahi Menteri dan Niat Reshuffle, Jokowi: Asal untuk Rakyat, Saya Pertaruhkan Reputasi Politik!

"Tidak berbelit-belit dalam menyampaikan keterangan, bersikap sopan dan menyampaikan (keterangan) agar peristiwa yang tertutup menjadi terbuka, menjadi terang," tambahnya.

Sebelumnya, Ronny Bugis, terdakwa penganiaya penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, dituntut pidana penjara selama 1 tahun.

 Aparat yang Panggil Warga Pengunggah Lelucon Gus Dur Ditegur, Begini Kisah Humor Tiga Polisi Jujur

Dia terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka berat seperti yang diatur dan diancam pidana dalam pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, sesuai dakwaan subsider Jaksa Penuntut Umum.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved