Kisah Pemilik 84 Cabang Baso Aci Akang, Pernah Tekor Rp 500.000 untuk Bayar Sewa Tempat

Mochammad Dandi Sepsaditri berkisah tentang usahanya membesarkan Baso Aci Akang yang kini sudah memiliki 84 cabang.

Dokumen pribadi
Direktur Utama PT Rasa Muda Makmur, Mochammad Dandi Sepsaditri berpose di toko "Baso Aci Akang" cabang pertama. 

"Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain."

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemikiran itulah yang dipegang pendiri Baso Aci Akang, Mochammad Dandi Sepsaditri. Dandi menyebut ia sama sekali tak membayangkan kelak usahanya ini akan punya 84 cabang.

Dandi mengatakan saat memulai bisnisnya pada tahun 2018 lalu, ia hanya berpikir membuka usaha yang kelak berguna untuk orang lain.

Dengan modal pas-pasan, ia memberanikan diri membeli etalase bekas penjual minuman. Kemudian ia meminjam dua meja tetangganya.

Setelah itu, ia menyewa tempat di Islamic Village, Kelapa Dua, Tangerang, Banten dan melakukan operasional kedai sendiri termasuk ketika melayani pesanan pelanggan.

Pada bulan pertama Baso Aci Akang dibuka, Dandi tekor Rp 500.000 guna membayar biaya sewa tempat untuk dipakai pada bulan berikutnya.

"Jujur saya awalnya bingung mau jualan apa. Akhirnya diputuskan berjualan baso aci khas Garut, karena waktu itu belum ada baso aci selain di Garut sendiri. Permodalan juga masih sulit, yang penting tempatnya bersih dan bisa jualan aja dulu,” kata Dandi.

Empat bulan berselang, usahanya berkembang. Pria yang kini berstatus Direktur Utama PT Rasa Muda Makmur itu membuka cabang kedua di Perumnas 1, Karawaci. Ia kembali menyewa tempat.

Dandi juga melancarkan strategi bisnis lain yakni membuat gerobak. Karyawan pun diberi seragam. Cara itu diyakini Dandi ikut meningkatkan kepercayaan dari pelanggan.

"Selanjutnya saya membuat prosedur produksi dan operasional dengan standar khusus. Semua harus diterapkan di setiap gerai, ya supaya kualitas produk terjaga," ujarnya.

Dani menyatakan per Juni 2020, Baso Aci Akang sudah membuka 84 cabang di antaranya di Kota Lampung, Serang, Pandeglang, Jakarta, Bekasi, Bogor, dan Bandung.

"Namun harus diakui usaha kami juga ikut goyah akibat pandemi Covid-19. Makanya sekarang kami mengeluarkan produk makanan beku, Akang Food. Hal itu untuk menjangkau pembeli yang kini lebih memilih memasak sendiri karena mereka sedang menjaga jarak fisik dan enggak pergi ke tempat ramai," kata Dandi.

"Kami harus terus menjalankan bisnis ini, sehingga kami perlu melakukan adaptasi. Semoga bisnis ini tidak berhenti agar selalu membuka lapangan pekerjaan baru seperti harapan saya ketika membuka usaha awal dulu," sambungnya.

Editor: Eko Priyono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved