Breaking News:

PSBB Tangerang Raya

Dibanding Pasar Modern, Pasar Tradisional Belum Sepenuhnya Mematuhi Soal Jaga Jarak dan Cuci Tangan

memang masih ada aktivitas masyarakat, gerakan-gerakan masyarakat meskipun pakai masker namun tidak social distancing.

ISTIMEWA
Gubernur Banten Wahidin Halim menetapkan pemberlakuan PSBB di wilayah Tangerang Raya mulai Sabtu (18/4/2020) hingga Minggu (3/5/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG --- Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) wilayah Tangerang Raya diperpanjang dengan berbagai catatan dan kelonggaran yang disesuaikan dengan kebutuhan sosial masyarakatnya.

Gubernur Banten, Wahidin Halim, melihat pasar modern relatif patuh pada protokol kesehatan.

Sebaliknya, di pasar tradisional, persoalan social distancing dan juga fasilitas cuci tangan masih belum merata.

Jika pun ada tapi tidak merata atau tidak tersosialisasi dengan baik.

“Jadi pasar tradisional ini relatif perlu perhatian khusus,” ucapnya dalam rapat yang diikuti oleh Sekda Pemprov Banten Al Muktabar, Kadinkes yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Pemprov Banten, Forkopimda se-Tangerang Raya, serta para kepala OPD Pemprov Banten, Minggu (28/6/2020).

 Survei: Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil Masuk Top Three Pemilu 2024

Dalam kesempatan itu, Gubernur Banten juga menyatakan, informasi aktual pelaksanaan PSBB dari Bupati juga Wali Kota menjadi bahan baginya dalam menetapkan langkah dan kebijakan untuk hari ini dan ke depan.

Gubernur juga mengapresiasi para kepala daerah di wilayahnya, jika selama ini perekonomian masih berjalan dengan stabil.

“Lainnya, kuartal ketiga yang seharusnya mulai terasa saat pandemi, tapi di tengah krisis aktivitas masyarakat tidak berkurang. Untuk belanja sehari-hari, berdasarkan survei, masyarakat relatif cukup berkemampuan,” kata Wahidin.

Namun lanjutnya, di lain pihak ada aktivitas-aktivitas masyarakat yang menjadikannya senang dan merasa bangga dengan sosialisasi dan terbiasa dengan melaksanakan protokol kesehatan.

TEGUR Keras, Presiden Jokowi Peringatkan Para Menteri Masih Kerja Biasa-biasa saat Pandemi

“Misalnya masyarakat sudah terbiasa menggunakan masker kemana mana. Di jalan, di toko, dan sebagainya,” ujarnya.

Namun, diakuinya, memang masih ada aktivitas masyarakat, gerakan-gerakan masyarakat meskipun pakai masker namun tidak social distancing.

Tapi yang menggembirakan, lanjutnya, walau fluktuatif, dari hasil rapid test secara masal maupun dalam jumlah tertentu, persentase yang reaktif sangat kecil.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved