Breaking News:

Pembunuhan

Kuasa Hukum: Memori Banding Aulia Kesuma dan Geovanni Dapat Diserahkan Kapan Saja

Penyerahan memori banding dapat diserahkan kapan saja selama pengadilan tinggi tingkat banding belum memutus perkara tersebut.

Warta Kota
Terdakwa Aulia Kesuma (kiri) dan Geovanni Kelvin (kanan)usai menjalani sidang perdananya di PN Jaksel. 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI-- Kuasa Hukum terpidana mati kasus pembunuhan berencana, Aulia Kesuma dan anaknya Geovanni Kelvin, yakni Firman Candra, mengatakan ada beberapa alasan pihaknya belum menyerahkan memori banding atas putusan pidana mati atas kliennya, sampai Minggu (28/6/2020).

Padahal vonis mati terhadap Aulia Kesuma dan Geovanni dijatuhkan PN Jakarta Selatan, Senin (15/6/2020) lalu.

Keduanya dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan membunuh ayah dan anak, yakni Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54), dan M Adi Pradana alias Dana (23), secara berencana.

Aulia adalah isteri muda, Pupung.

Kondisi Aulia Kesuma setelah Divonis Mati, Depresi, Ingin Bunuh Diri, hingga Kirim Surat ke Jokowi

Terdakwa Pembunuhan Berencana Aulia Kesuma Minta Bantuan Jokowi, Ini Isi Suratnya

"Kami masih menunggu salinan putusan dari panitera. Selain itu karena jaksa juga belum membuat memori banding," kata Firman kepada Warta Kota, Minggu.

Ia menyatakan, dalam kasus kliennya, penyerahan memori banding dapat diserahkan kapan saja selama pengadilan tinggi tingkat banding belum memutus perkara tersebut.

"Penyerahan memori banding dan Kontra memori banding, dapat dilakukan kapan saja, asalkan selama perkara tersebut belum diputus pengadilan tinggi dalam tingkat banding, dan yurisprudensi pada Putusan MA No. 39 K/Sip/1973 yang menyatakan undang-undang tidak menentukan batas waktu penyampaian memori banding," katanya.

"Sehubungan dengan itu, memori banding dapat diajukan selama pengadilan tinggi dalam tingkat banding belum memutus perkara tersebut," tambahnya.

Meski begitu kata Firman pihaknya sudah mengirimkan surat resmi ke Presiden Joko Widodo dan beberapa lembaga negara untuk meminta keadilan demi membebaskan kliennya dari jerat hukum pidana mati pada, Jumat (19/6/2020) lalu.

Sherina Munaf Mendadak Trending Twitter, Warganet Nostalgia lagu-lagu Mantan Penyanyi Cilik Itu

Kakak Pupung Minta Tak Kaitkan Anak Pupung-Aulia dengan Vonis Mati Ibunya, Ia Akan Mengasuhnya

Firman Candra, kuasa hukum terdakwa pembunuhan berencana Aulia Kesuma (46) dan anaknya Geovanni Kelvin, yang divonis pidana mati oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (15/6/2020). Ia menilai bahwa vonis majelis hakim kepada kedua kliennya terlalu kejam dan sadis.
Firman Candra, kuasa hukum terdakwa pembunuhan berencana Aulia Kesuma (46) dan anaknya Geovanni Kelvin, yang divonis pidana mati oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (15/6/2020). Ia menilai bahwa vonis majelis hakim kepada kedua kliennya terlalu kejam dan sadis. (Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau)

"Hari Jumat lalu kita sudah kirim permohonan keadilan lewat surat ke Presiden RI, Wapres, Ketua Komisi 3 DPR RI, Komnas HAM, Ketua Pengadilan Tinggi DKI, Ketua MA dan Menkumham," kata Firman.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Feryanto Hadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved