Breaking News:

Kerusuhan di AS

INSIDEN Penembakan di Louisville AS, Satu Meninggal Dunia, Satu Terluka

Seorang meninggal dunia, satu lainnya terluka, dalam insiden penembakan pada Sabtu (27/6/2020) malam di Taman Jefferson Square kota Louis

REUTERS/BRYAN WOOLSTON
Warga berkerumun akibat lontaran bola merica yang ditembakkan polisi saat memprotes kematian Breonna Taylor oleh polisi Louisville dan George Floyd oleh polisi Minneapolis, di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat, Jumat (29/5/2020). REUTERS/Bryan Woolston/hp/djo (REUTERS/BRYAN WOOLSTON) 

WARTAKOTALIVE.COM, BENGALURU - Satu orang meninggal dunia, sementara satu lainnya terluka, dalam insiden penembakan pada Sabtu (27/6/2020) malam di Taman Jefferson Square kota Louisville, Kentucky, yang telah menjadi pusat aksi protes terhadap polisi yang membunuh seorang perempuan berkulit hitam di rumahnya pada Maret.

Laporan atas penembakan di taman tersebut diterima pada pukul 9 malam waktu setempat, menurut Departemen Kepolisian Kota Louisville.

"Panggilan kemudian datang (menginformasikan) bahwa personel Departemen Sheriff berada di taman, melakukan langkah-langkah penyelamatan jiwa pada seorang pria yang akhirnya meninggal di tempat kejadian," kata polisi dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan tersebut menjelaskan polisi telah membersihkan taman dan para detektif terkait pembunuhan sedang melakukan penyelidikan. Tidak ada rincian lebih lanjut yang diberikan.

Wali kota Louisville, Greg Fischer, menyampaikan duka terkait kekerasan yang terjadi di tempat di mana orang-orang berkumpul untuk menyuarakan keprihatinan.

Perusahaan Besar di AS Boikat Facebook, Zuckerberg Kehilangan Kekayaan 7 Miliar Dolar AS

"Ini adalah tragedi bahwa wilayah protes damai ini sekarang menjadi tempat kejahatan", kata Fischer dalam cuitannya di Twitter.

Taman itu telah menjadi pusat aksi protes terkait penembakan fatal terhadap Breonna Taylor, seorang wanita berkulit hitam yang terbunuh dalam hujan tembakan ketika penyelidik narkoba menyerbu rumahnya di Louisville sekitar tiga bulan lalu.

Taylor, seorang teknisi medis darurat berusia 26 tahun, tewas pada 13 Maret setelah petugas memasuki apartemennya dengan membawa surat perintah penangkapan "tanpa ketukan".

Salah satu dari tiga petugas yang terlibat dalam penembakannya dipecat dari departemen kepolisian pada Selasa.

Tragedi Penembakan Massal di Pusat Perbelanjaan di Thailand Dilakukan Tentara, Masalahnya Sepele

Pembunuhan Taylor kembali menjadi terkenal setelah kematian George Floyd pada 25 Mei, seorang pria kulit hitam yang terbunuh setelah seorang petugas polisi menekan lutut pada lehernya selama hampir sembilan menit ketika menahannya di kota Minneapolis.

Dua insiden tersebut, beserta sejumlah insiden lainnya telah menjadi seruan dalam protes nasional terhadap kebrutalan polisi dan bias rasial dalam sistem peradilan pidana Amerika Serikat. (Antaranews/Reuters)

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved