Virus Corona Jabodetabek

Wagub DKI: Bangsa Indonesia Lemah dalam Pemutakhiran Data

Ahmad Riza Patria menyoroti pengelolaan data di Indonesia, khususnya dalam konteks pendistribusian bantuan kepada masyarakat.

Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Desy Selviany
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat mengunjungi Pasar Palmerah, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (20/6/2020). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyoroti pengelolaan data di Indonesia, khususnya dalam konteks pendistribusian bantuan kepada masyarakat.

Menurutnya, Indonesia punya kelemahan terbesar dalam pendataan dan pemutakhiran data.

Bahkan, data antar -ementerian yang menaungi satu persoalan saja bisa berbeda.

Fasilitas Kesehatan Cuma Terpakai 35 Persen, Anies Baswedan Samakan Jakarta dengan Kota Maju

"Bangsa Indonesia ini punya kelemahan, kita lemah dalam hal pendataan dan pemutakhiran data."

"Kalau bicara data kita sebagai sebuah bangsa itu lemah," kata Riza dalam diskusi virtual, Jumat (26/6/2020).

Ia mencontohkan soal data kebutuhan beras masyarakat.

Pemprov DKI Kurangi Jumlah Penerima, Pengemudi Ojek Online Takkan Dapat Bansos Lagi

Di mana data Badan Pusat Statistik (BPS) berbeda dengan data milik Kementerian Pertanian.

Kemudian, Bulog dan Kementerian Perdagangan juga punya perbedaan dalam konteks itu.

Menurut dia, semua perbedaan yang melatarbelakangi, lantaran masing-masing pihak punya pendekatan dan kepentingan yang berbeda juga.

Jadi Pengobatan Alternatif Covid-19, Ini Syarat Pendonor dan Penerima Terapi Plasma Konvalesen

"Kalau bicara data beras, maaf saya singgung, bagian BPS pendataan keluarin data berbeda dengan Kementerian Pertanian terkait kebutuhan beras," ujarnya.

"Bulog keluarin data beda lagi, Kemendag beda lagi. Padahal sama sama NKRI. Kenapa? Karena pendekatan berbeda, kepentingannya berbeda," tuturnya.

Atas hal ini, menurutnya pemerintah pusat maupun pemerintah daerah punya pekerjaan rumah bersama, yakni menyinkronisasi data.

Mahfud MD Pastikan Anggaran Pilkada Serentak 2020 Sudah Cair, tapi Ketua KPU Belum Dapat Informasi

Persoala data dinilai jadi penting karena cerminannya datang dari proses identifikasi.

Apalagi, data punya sifat dinamis sehingga pemutakhiran jadi utama.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved