Teknik Operasi PELD untuk Pengobatan Syaraf Terjepit, Durasi Operasi Cepat dan Mengurangi Rasa Nyeri

PELD merupakan teknik operasi syaraf terjepit yang dapat dilakukan dengan bius lokal, hanya memerlukan sayatan sebesar 8mm, tanpa perlu rawat inap.

istimewa
Rumah Sakit EMC Tangerang yang terletak di Jalan KH. Hasyim Ashari No. 24 Buaran Indah. Tangerang, memiliki Pusat Layanan Orthopaedi & Traumatologi dan Bedah Tulang Belakang. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Gangguan nyeri pinggang (Low Back Pain/LBP), tentunya dapat menghambat aktifitas sehari-hari dan produktifitas kerja.

Perlu diketahui bahwa 80 persen dari kondisi LBP disebabkan oleh masalah di otot pinggang dan dapat ditangani secara konservatif atau tanpa operasi, yang meliputi istirahat, obat, fisioterapi, akupuntur, dan lain-lain.

Kendati demikian, tentunya kita harus memberi batas waktu terapi konservatif tersebut, jika tidak ada perbaikan nyeri dalam waktu 6-8 minggu, harus dicari masalah lainnya disamping masalah otot.

Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi Konsultan Spine RS. EMC Tangerang, dr. Harmantya Mahadhipta Sp.OT (K) Spine mengatakan bahwa penyebab lain nyeri pinggang, terutama pada usia produktif, adalah suatu keadaan yang disebut HNP (Herniated Nucleus Pulposus).

“Ini merupakan suatu keadaan dimana bantalan sendi tulang belakang menonjol sehingga dapat menyebabkan keadaan saraf terjepit,” ungkap dr Harmantya Mahadhipta dalam pernyataan resminya, Sabtu (27/6/2020).

Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi Konsultan Spine RS. EMC Tangerang, dr. Harmantya Mahadhipta Sp.OT (K) Spine.
Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi Konsultan Spine RS. EMC Tangerang, dr. Harmantya Mahadhipta Sp.OT (K) Spine. (istimewa)

Dokter Harmantya menjelaskan bahwa lokasi paling sering terjadinya HNP adalah di bagian pinggang (lumbal), leher (cervical) dan terakhir paling jarang adalah bagian punggung (thoracal).

“Keluhan pasien dapat berupa kesemutan yang menjalar ke tangan atau kaki, nyeri leher atau pinggang, kelemahan atau kelumpuhan anggota gerak, ataupun sulit menahan buang air besar atau kecil,” ujarnya.

Tanpa operasi

Dokter Harmantya menyatakan bahwa 80-85 persen kasus HNP dapat ditangani tanpa operasi, namun 15-20 persen diantaranya perlu dilakukan tindakan operasi.

“Perkembangan teknologi kedokteran di hampir semua lini saat ini mengarah ke teknik minimal invasive. Demikian juga dengan teknik operasi pada kasus-kasus tulang belakang seperti HNP,” imbuhnya.

Halaman
12
Editor: Ichwan Chasani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved