Breaking News:

Kegiatan Sosial

Semula Hanya Untuk 16 Hari, Aksi Sosial Berbagi Makan Malam Gratis di Labuan Bajo Kini Diperpanjang

Setiap hari, sebanyak 200 porsi makanan disiapkan. Mulai siang hingga sore hari para staf hotel dan restoran berbagi tugas.

Penulis: Irwan Wahyu Kintoko | Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Dokumentasi Matheus Siagian
Matheus Siagian (paling kanan), salah satu pelaku usaha di Labuan Bajo, Manggarai Barat, sejak Sabtu (6/6/2020) malam, menyiapkan makan malam yang kemudian dapat diambil warga secara cuma-cuma. Meski sedang sepi tidak ada wisatawan yang datang ke Labuan Bajo, Matheus Siagian tetap berbagi ke masyarakat setempat. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Aksi sosial berbagi makan malam di masa pandemi Covid-19 yang dilakukan sebuah manajemen restoran di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, mendapatkan apresiasi.

Para donatur berdatangan menyumbangkan dana untuk membeli lauk pelengkap makanan yang dibagi secara cuma-cuma ke warga di gerbang wisata Pulau Komodo tersebut.

"Semula saya merencanakan (program) makan malam gratis ini untuk 16 hari," kata Matheus Siagian, pemilik Tree Top Restaurant dan Eco Tree Otel, ketika dihubungi, Sabtu (27/6/2020) malam.

Ditutupnya sementara Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, membuat aktivitas menyelam sudah berhenti total. Marcia Stephanie merupakan satu diantara puluhan pengusaha dive operator di Labuan Bajo yang menutup sementara bisnisnya akibat wabah virus corona sejak pertengahan Maret 2020.
Ditutupnya sementara Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, membuat aktivitas menyelam sudah berhenti total. Marcia Stephanie merupakan satu diantara puluhan pengusaha dive operator di Labuan Bajo yang menutup sementara bisnisnya akibat wabah virus corona sejak pertengahan Maret 2020. (Dokumentasi iDive Komodo)

Saat aksi sosial sedang berjalan, ada yang menghubungi Matheus Siagian dan bermaksud membantu, baik dari keluarga maupun teman-teman.

"Akhirnya kami putuskan untuk memperpanjang aksi sosial berbagi makan malam selama satu bulan penuh," ujar Matheus Siagian.

Kegiatan kemanusiaan melibatkan karyawan-karyawan hotel dan restoran tersebut meski ada yang sedang 'dirumahkan.'

Sepi Wisatawan Akibat Covid-19, Pemilik Hotel dan Restoran di Labuan Bajo Ini Bagikan Makanan Gratis

Ada Sisi Positif Dibalik Imbauan Pemerintah ke Masyarakat Labuan Bajo Terkait Isolasi Mandiri

Mereka kembali datang ke tempat bekerja dan turut andil membantu menyiapkan dan membagikan makanan ke warga yang datang.

Setiap hari, sebanyak 200 porsi makanan disiapkan. Mulai siang hingga sore hari para staf hotel dan restoran berbagi tugas, mulai belanja di pasar hingga memasak di dapur.

"Menunya sederhana dan berganti setiap hari, dari ikan, telur, daging, tahu dan tempe. Dan selalu ada sayur dan sambal," kata Matheus Siagian.

Matheus Siagian, salah satu pelaku usaha di Labuan Bajo, Manggarai Barat, sejak Sabtu (6/6/2020) malam, menyiapkan makan malam yang kemudian dapat diambil warga secara cuma-cuma. Meski sedang sepi tidak ada wisatawan yang datang ke Labuan Bajo, Matheus Siagian tetap berbagi ke masyarakat setempat.
Matheus Siagian, salah satu pelaku usaha di Labuan Bajo, Manggarai Barat, sejak Sabtu (6/6/2020) malam, menyiapkan makan malam yang kemudian dapat diambil warga secara cuma-cuma. Meski sedang sepi tidak ada wisatawan yang datang ke Labuan Bajo, Matheus Siagian tetap berbagi ke masyarakat setempat. (Dokumentasi Matheus Siagian)

Menurut pengusaha muda ini, sektor pariwisata di Labuan Bajo terpukul sejak kasus positif Covid-19 muncul  di Indonesia dan diumumkan pemerintah pada 2 Maret 2020.

Para pelaku wisata di Kabupaten Manggarai Barat tidak mampu bertahan setelah Taman Nasional Komodo terpaksa ditutup.

Turis-turis mancanegara sudah jarang terlihat di kota pelabuhan tersebut, sementara wisatawan domestik dibatasi pergerakannya seiring pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar.

Berstatus Kawasan Wisata Super Premium, Jokowi Batasi Jumlah Wisawatan di Labuan Bajo

One Tree Hill, Hotel Murah di Labuan Bajo untuk Backpacker

"Warga di Labuan Bajo banyak bekerja di sektor pariwisata yang kini telah hancur. Tidak sedikit dari mereka kehilangan pekerjaan," ucap Matheus Siagian.

Ia hanya berharap, kegiatan di hotel dan restoran yang dikelolanya ini dapat meringankan beban warga terdampak pandemi Covid-19.

"Setidaknya satu jatah makan mereka dalam sehari telah terbantukan," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved