Breaking News:

Media Sosial

Dianggap Gagal Cegah Ujaran Kebencian, Coca Cola Boikot Iklan di Facebook dan Instagram pe 1 Juli

Perusahaan Coca-Cola menghentikan semua iklan digital di platform media sosial Facebook secara global selama setidaknya 30 hari mulai 1 Juli 2020.

Istimewa
Facebook dan anak perusahaannya, instagram, dianggap gagal cegah ujaran kebencian. Coca cola dan Unilever menyatakan memboikot iklan karena alasan itu mulai 1 Juli 2020 hingga sebula ke depan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Perusahaan Coca-Cola menghentikan semua iklan digital di platform media sosial Facebook secara global selama setidaknya 30 hari mulai 1 Juli 2020.

Adapun pengumuman tersebut disampaikan pada Jumat (26/6/2020) malam.

Melansir dari The Verge (26/6/2020), langkah ini merupakan bagian dari boikot terhadap Facebook dan Instagram.

Kisah Ashanty yang Mencintai Aurel dan Azriel Dulu Baru Mau Dinikahi Oleh Anang Hermansyah

Dua Begal Tembak Mati Pedagang Cilok, Motor Langsung Dibawa Kabur

Selain kedua platform tersebut, Coca-Cola juga memboikot organisasi lainnya yang diselenggarakan oleh Liga Anti-Pencemaran Nama Baik, NAACP, dan organisasi lain yang disebut kampanye "Stop Hate for Profit".

Diketahui, kampanye ini telah berlangsung sejak minggu lalu. Baca juga: Levis, Coca-Cola, dan Brand Lain Setop Iklan di Medsos, Ada Apa?

Facebook dinilai gagal atasi ujaran kebencian Boikot yang dilakukan merupakan bentuk protes setelah Facebook dinilai gagal mengatasi ujaran kebencian.

Menatap Porda Jawa Barat 2022, IMI Kota Bogor Fokus Mencari Talenta Pembalap

Namun, pihak Coca-cola melangkah lebih maju dibandingkan perusahaan-perusahaan lainnya dengan memboikot semua iklan secara global di platform media sosial, bukan hanya Facebook dan Instagram.

Muncul kabar bahwa tindakan tersebut juga akan memboikot Twitter, YouTube, dan platform lainnya.

"Mulai 1 Juli, The Coca Cola Company akan menghentikan sementara iklan-iklan di semua platform media sosial secara global setidaknya selama 30 hari," ujar CEO Coca-Cola Company, James Quincey dalam pernyataan resmi di web mereka.

ASN Kantor Wali Kota Jakarta Ditemukan Tewas Tergantung

Ia mengungkapkan, pihaknya akan mengambil waktu untuk menilai kembali standar dan kebijakan periklanan untuk menentukan apakah revisi diperlukan secara internal.

Halaman
1234
Editor: Wito Karyono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved