Prakiraan Cuaca

51,2% Wilayah Indonesia Sudah Alami Musim Kemarau, BMKG: Waspadai Nyamuk Pembawa DBD

BMKG menyebut sebagian wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau seperti yang diprediksi sebelumnya.

Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota
ILUSTRASI - Bocah melewati area persawahan yang kering di pinggir Jalan Raya Tanjung Pasir, Tangerang, Banten, Kamis (8/9/2011). Musim kemarau yang berkepanjangan membuat sejumlah area persawahan di Tangerang kekurangan air. Petani memperkirakan mulai kembali bisa menggarap sawah pada bulan November saat memasuki musim penghujan. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut sebagian wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau seperti yang diprediksi sebelumnya.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Drs Herizal MSi mengatakan, analisis BMKG hingga 20 Juni 2020 menunjukkan, 51,2% wilayah Indonesia telah mengalami musim kemarau, sedangkan sisanya masih mengalami musim hujan.

Wilayah yang telah memasuki musim kemarau meliputi pesisir timur Aceh, bagian barat Sumatera Utara, pantai timur Riau -Jambi, pesisir utara Banten, dan Jawa Barat bagian utara.

Anies Baswedan Bilang Covid-19 di Jakarta Makin Terkendali, Ini Ukurannya

Lalu, Jawa Tengah bagian utara dan timur, sebagian besar Jawa Timur, sebagian Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat bagian selatan, Pesisir selatan Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara bagian utara, Pulau Buru, dan Papua Barat bagian timur.

"Musim kemarau ditandai oleh berkurangnya hari hujan dan rendahnya jumlah curah hujan yang terukur di permukaan," kata Herizal, dikutip dari bmkg.go.id, Sabtu (27/6/2020).

Sebagian besar wilayah di Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali dan Jawa Timur telah mengalami hari tanpa hujan berturut-turut (deret hari kering) berkisar antara 20-60 hari.

Setelah Ditembak Saat Tugas di Kongo, Peralatan Almarhum Serma Rama Dirampok Milisi

Sedangkan sebagian besar wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Barat bagian Utara telah mengalami hari tanpa hujan berturut-turut berkisar antara 10-30 hari.

Umumnya curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia pada pertengahan Juni 2020 berada pada kriteria 'rendah' (0 - 50 mm/dasarian).

Curah hujan kriteria 'menengah' (50-150 mm/dasarian) terjadi di Aceh bagian selatan, Riau, Lampung bagian selatan, Jawa Tengah bagian barat, Kalimantan Barat bagian barat laut, dan Maluku Utara.

Dewan Pengawas KPK Sudah Klarifikasi Firli Bahuri Soal Helikopter Mewah, Apa Hasilnya?

Curah hujan kategori 'tinggi' (>150 mm/dasarian) terjadi di Sulawesi Tengah bagian selatan, Sulawesi Tenggara bagian utara, Pulau Seram bagian barat, Papua Barat bagian barat dan Papua bagian tengah, khususnya di sekitar Timika.

Dibandingkan dengan curah hujan normalnya (rata-rata iklim 1981-2010) pada bulan Juni, 50% dari wilayah-wilayah tersebut menunjukkan kondisi Atas Normal (lebih basah dari biasanya).

Sedangkan 30% wilayah yang lebih kering (Bawah Normal) terjadi di Sumatera Utara bagain tengah, Jawa Barat bagain tengah, Jawa Tengah bagian tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah bagian utara, Papua Barat bagian timur, Jayapura, dan Papua bagian utara dan tengah.

Projo: Demonstrasi Basi Desak Pencopotan Presiden Keterlaluan dan Inkonstitusional!

Prediksi curah hujan pada akhir Juni hingga pertengahan Juli 2020 umumnya akan berada pada kisaran kriteria rendah (0 - 50 mm/dasarian) hingga menengah (50 - 150 mm/dasarian) di sebagian besar wilayah.

Potensi curah hujan rendah (70%.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved