Breaking News:

Berita Video

VIDEO: Daya Tampung SMP Negeri Tangsel Terbatas, Disdikbud Minta Orangtua Daftar Sekolah Swasta

embeludaknya calon siswa yang mendaftrakan diri ke SMP Negeri membuat beberapa orangtua murid kecewa akibat tak tersedianya kuota

Warta Kota
Kadisdik Kota Tangsel, Taryono saat memberikan pemaparan terkait PPDB Tahun Ajaran 2020-2021 di Kantor Disdikbud Kota Tangsel, Ciputat. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIPUTAT - Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahap pertama tingkat SMP Negeri Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yakni jalur zonasi, afirmasi, dan perpindahan orangtua telah ditutup sejak dibukanya tanggal 16 Juni 2020 hingga 20 Juni 2020.

Namun, kendala terjadi dikarenakan kuota terbatas bagi calon peserta didik yang mendaftarkan diri ke SMP Negeri di Kota Tangsel.

Hal ini terjadi dibeberapa SMP Negeri pada tahap PPDB Tahun Ajaran 2020-2021 ini, seperti SMP Negeri 12 Kota Tangsel yang mencatat 706 clon siswa mendaftarkan diri pada tahap pertama dari 214 kuota yang disediakan pada tahap pertama. 

Di SMP Negeri 5 Kota Tangsel tercatat 326 calon peserta didik telah mendaftarkan diri pada tahap pertama dengan kuota yang tersedia sebanyak 272 bangku siswa pada PPDB Tahun Ajaran 2020-2021.

Sementara, SMP Negeri 13 Kota Tangsel tercatat sekitar 300 lebih calon siswa telah mendaftarkan diri pada tahap pertama dengan kuota yang tersedia secara keseluruhan tahapan PPDB sebanyak 272 siswa. 

Melihat membeludaknya calon siswa yang mendaftrakan diri ke SMP Negeri membuat beberapa orangtua murid kecewa akibat tak tersedianya kuota yang disesuaikan dengan tahapan PPDB Tahun Ajaran 2020-2021.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Tangsel, Taryono mengakui kuota sekolah bertaraf negeri kerap dipenuhi pendaftar yang tak sesuai dengan daya tampung sekolah. 

Ia mengatakan bahwa pihaknya sedang mengkaji keperluan menambahkan sekolah berstatus negeri di beberapa wilayah yang terhitung minim dengan sekolah berstatus negeri. 

"Tentu kewajiban pemerintah adalah memenuhi kebutuhan masyarakat yaitu kebutuhan pelayanan pendidikan, tentu secara bertahap akan dipenuhi juga dengan memperhatikan kondisi real dilapangan. Jangan sampai membangun sekolah negeri akan mematukan sekolah swasta," kata Taryono kepada Wartakotalive.com saat ditemui di bilangan Ciputat, Tangsel, Kamis (25/6/2020).

Ia pun mengimbau agar setiap orangtua atau wali murid tak terlalu menomor satukan calon siswa untuk mendaftar di sekolah berstatus negeri. 

Pasalnya, Ia menjamin bila sekolah berstatus swasta juga memiliki taraf pembelajaran bagi siswa yang memenuhi standarisasi sesuai dengan sekolah berstatus negeri.

"Ini sudah semuanya memahami bahwa memang SMP Negeri itu tidak bisa menampung semua orang, semua calon peserta karena memang masih ada perbedaan jumlah sekolah, jumlah daya tampung sekolah dengan kebutuhan masyarakat," jelas Taryono.

"Maka kami selalu berkoordinasi, kerjasama dengan sekolah-sekolah swasta untuk sama-sama meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga menjadi pilihan masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya. Ini sudah berjalan sejak lama," lanjutnya.

Diketahui, PPDB Tahun Ajaran 2020-2021 tingkat SMP Negeri terdapat dua tahapan yakni tahap pertama di jalur zonasi, afirmasi, dan perpindahan orangtua calon murid yang dibuka sejak tanggal 16 Juni 2020 hingga 20 Juni 2020 dengan pengumuman penerimaan pada tanggal 26 Juni 2020.

Sedangkan, pada tahap kedua PPDB Tahun Ajaran 2020-2021 dubyka dengan jalur prestasi akademik maupun prestasi olahraga sejak tanggal 30 Juni 2020 hingga 2 Juli 2020 dengan pengumuman penerimaan pada tanggal 6 Juli 2020. (m23).

Penulis: Rizki Amana
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved