Breaking News:

Berita Bekasi

Sering Dilanda Banjir dan Lingkungan Kotor, 3 Kecamatan di Kota Bekasi Ini Paling Tinggi Kasus DBD

Warga juga diminta untuk tetap gencar melakukan 3M (menguras, menutup, mengubur) dan lakukan pola hidup sehat.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dedy
warta kota/nur ichsan
PMI Kota Tangerang melakukan penyuluhan tentang gerakan 3M Plus sekaligus pengasapan sarang nyamuk DBD 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI --- Tiga kecamatan di Kota Bekasi yakni Kecamatan Bekasi Utara, Bekasi Barat, dan Jatiasih. rawan demam berdarah dengue (DBD).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezy Syukrawati menjelaskan penyebab wilayah itu tertinggi kasus DBD dikarenakan sering terjadi banjir maupun genangan air.

Selain itu kata Dezy, tingkat kesadaran warga akan bahaya DBD harus ditingkatkan. Maka itu, warga di tiga wilayah tersebut harus ditingkatkan kewaspadaannya.

Dezy menilai perkembangan kasus DBD di Kota Bekasi tahun 2020 dengan 2019 pada bulan yang sama terjadi fluktuatif, artinya terkadang naik dan turun.

Untuk 2020, meski sempat terus mengalami peningkatan tiap bulannya. Akan tetapi pada Mei 2020 mulai mengalami penurunan.

“Kalau bulan Mei mulai penurunannya, dari bulan-bulan sebelumnya. Terus dibandingkan tahun lalu 2019 diperiode yang sama jumlah kasus mengalami penurunan,” beber dia.

Tahun 2019 sepanjang Januari hingga Mei ada sebanyak 701 kasus DBD. Sedangkan 2020 di periode yang sama ada sebanyak 684 kasus.

“Memang sih penurunannya sedikit, tapi setidaknya kita tidak ada peningkatan yang signifikan lah di Kota Bekasi,” ucapnya.

Terjadinya DBD karena banyak faktor, seperti musim hujan atau banjir maupun pola hidup sehat dan bersih masyarakat yang minim.

Pantau jentik nyamuk

Dinas Kesehatan juga melakukan sejumlah upaya, mulai menggiatkan tim Puskesmas dalam melakukan pemantauan jentik nyamuk, kemudian fogging.

Warga juga diminta untuk tetap gencar melakukan 3M (menguras, menutup, mengubur) dan lakukan pola hidup sehat.

“Jentik nyamuk Aedes Aegypti juga berasal dari barang-barang bekas di lingkungan warga selain dari genangan air. Sebenarnya kan dari berapa tahun ini terutama 2018, 2019, 2020 juga kita tuh bener-benar mengimbau peran serta masyarakat lah yang peduli kan,” tuturnya.

Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto mengatakan, warga diimbau tidak lupa juga melakukan pola hidup sehat dan bersih juga wajib menjadi perhatian bersama.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved