Kendaraan Listrik

Pertama di Indonesia, Maluku Utara Bikin Bahan Baku Baterai Mobil Listrik, Serap Ribuan Tenaga Kerja

"Teknologi yang ramah lingkungan ini mengolah bahan tidak terpakai menjadi bahan baku baterai listrik yang bernilai tinggi ke depannya..."

Istimewa
Pabrik bahan baku baterai mobil listrik sedang dibangun oleh Harita Nickel melalui PT Halmahera Persada Lygend (HPAL) di Kawasi, Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Pemerintah Provinsi Maluku Utara merencanakan pabrik ini mulai berproduksi pada akhir 2020. 

"Salah satunya membangun pabrik pengolahan dan pemurnian nikel dengan proses hydrometallurgy yang ramah lingkungan atau green project karena pemakaian energi listriknya rendah. Hasilnya, bahan baku utama dari katoda baterai mobil listrik”, jelas Nirwan.

Di Bawah President Kia Motors Corporation Ho-sung Song, Kia Targetkan 11 Mobil Listrik di Akhir 2025

Mobil Listrik Honda e Nan Unik Ini Raih Penghargaan Desain Terbaik dari Red Dot Award

Nikel kadar rendah

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), Hasyim Daeng Barang menambahkan bahwa teknologi pengolahan dan pemurnian mineral dengan proses hidrometalurgi akan sangat menguntungkan dalam konservasi sumber daya alam, khususnya nikel.

Selama ini, smelter yang ada di Indonesia menyerap atau menggunakan nikel kadar tinggi atau kadar 1,7 ke atas.

Sedangkan proses hidrometalurgi yang dikembangkan oleh Harita di Obi, menggunakan nikel kadar rendah atau di bawah 1,7.

Technology High Pressure Acid Leach (HPAL) yang sedang dibangun oleh Harita melalui PT Halmahera Persada Lygend (HPAL) akan meningkatkan nilai tambah nikel.

"Nikel kadar rendah yang selama ini terbuang atau tidak terpakai, akan memiliki nilai ekonomis sebagai bahan baku dari pabrik pengolahan dan pemurnian baru ini. Konservasi mineral kita akan semakin baik dan memperpanjang umur tambang," urainya.

Petugas menutup tuas pengisi daya listrik usai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencoba mengisi daya listrik ke bus saat uji coba mobil listrik di Halaman Balaikota, Jakarta Pusat, Senin (29/4/2019).
Petugas menutup tuas pengisi daya listrik usai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencoba mengisi daya listrik ke bus saat uji coba mobil listrik di Halaman Balaikota, Jakarta Pusat, Senin (29/4/2019). (Wartakotalive.com/Angga Bhagya Nugraha)

Pemain dunia batu baterai mobil listrik

Secara singkat, teknologi yang ramah lingkungan ini mengolah bahan tidak terpakai menjadi bahan baku baterai listrik yang bernilai tinggi ke depannya.

Cadangan nIkel kadar rendah sangat banyak di Indonesia termasuk di Malut.

"Ini kesempatan besar buat Indonesia menjadi pemain dunia batu baterai mobil listrik,” ungkap Hasyim yang sangat mendukung hadirnya teknologi baru ini.

Butuh ribuan tenaga kerja

Dalam rilis yang diterima Wartakotalive.com, Pemerintah Provinsi Maluku Utara berharap proses konstruksi industri maju ini dapat berjalan dengan lancar dan harus didukung oleh semua pihak.

Industri baru ini akan membutuhkan 1.920 orang tenaga kerja profesional, belum termasuk kontraktor dan industri pendukung lainnya.

Banyak sekali dampak lanjutan berikutnya, seperti putaran ekonomi yang akan memicu dan memacu penguatan ekonomi lokal serta usaha lainnya.

Dampak langsung seperti peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan penyerapan tenaga kerja, hanya sebagian dari dampak lainnya.

“Seperti diketahui, Maluku Utara pada 2019 memiliki PAD sebesar Rp 433 miliar. Jumlah ini tentunya dapat meningkat saat industri ini berjalan," kata Hasyim.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved