Breaking News:

Virus Corona

Kepala WHO Ungkap Dunia Krisis Konsentrator Oksigen Akibat Kasus Covid-19 Makin Bertambah

Saat ini dunia menghadapi kekurangan konsentrator oksigen karena jumlah kasus infeksi virus corona di seluruh dunia mendekati angka 10 juta.

AFP/FABRICE COFFRINI
Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers di Jenewa pada 30 Januari 2020. Tedros mengumumkan status darurat dunia atas virus corona yang hingga saat ini, sudah membunuh 212 orang di China 

WARTAKOTALIVE.COM -- Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), saat ini dunia menghadapi kekurangan konsentrator oksigen karena jumlah kasus infeksi virus corona di seluruh dunia mendekati angka 10 juta.

"Banyak negara sekarang mengalami kesulitan mendapatkan konsentrator oksigen," Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pada konferensi pers, Rabu (24/6/2020).

"Permintaan saat ini melebihi pasokan," imbuhnya seperti dikutip Wartakotalive.com dari Reuters

Coronavirus baru telah mencapai 9,3 juta orang dan menewaskan lebih dari 480.000 sejauh ini dan meningkat sekitar 1 juta kasus per minggu.

Ini telah mendorong permintaan oksigen menjadi 88.000 silinder besar per hari, atau 620.000 meter kubik oksigen, kata Tedros.

UPDATE Virus Corona Indonesia, Terjadi Penambahan Kasus sebanyak 1.113 orang pada Rabu (24/6/2020)

UPDATE Virus Corona di Dunia, Tembus Sembilan Juta Kasus Covid-19, Tanggapan WHO Sesalkan Hal Ini

Peningkatan yang tiba-tiba telah menyebabkan kelangkaan konsentrator oksigen yang dibutuhkan untuk mendukung pernapasan pasien COVID-19 yang menderita gangguan pernapasan.

Badan kesehatan telah membeli 14.000 konsentrator oksigen dari pabrik dan berencana mengirim mereka ke 120 negara dalam beberapa minggu mendatang, kata Tedros.

Sebanyak 170.000 konsentrator selanjutnya yang bernilai sekitar 100 juta dollar AS atau Rp 1,413 miliar ini akan berpotensi tersedia selama enam bulan ke depan.

Sementara itu, Kepala program kedaruratan WHO, Dr Mike Ryan, mengatakan pandemi di banyak negara Amerika Latin masih kuat karena kematian di wilayah itu melampaui 100.000 minggu ini.

Banyak negara telah mengalami peningkatan kasus 25-50% dalam seminggu terakhir, katanya.

Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved