MotoGP

Ayah Jorge Lorenzo Tuding Marc Marquez Pebalap yang Halalkan Segala Cara untuk Menang

Ayah Jorge Lorenzo, Chicho, menyebut mantan rekan satu tim putranya, Marc Marquez, selalu ingin menang meski dengan cara yang tidak sportif.

Penulis: Merdi Iskandar | Editor: Merdi Iskandar
motogp.com
Pembalap MotoGP Jorge Lorenzo. 

Ayah Jorge Lorenzo, Chicho, mengkritik mantan rekan satu tim putranya, Marc Marquez.

Chicho mengatakan, Marquez selalu ingin menang sekalipun harus dicapai dengan cara tidak sportif.

Pebalap asal Spanyol itu telah membuktikan dirinya sebagai kekuatan dominan dalam tujuh musim terakhir.

Bersama Repsol Honda, Marquez berhasil menjuarai enam dari tujuh musim terakhir.

Chicho Lorenzo (paling kiri) bersama putranya, Jorge Lorenzo.
Chicho Lorenzo (paling kiri) bersama putranya, Jorge Lorenzo. (cadenaser.com)

Dominasi dia di arena MotoGP hanya satu kali digagalkan Lorenzo, yaitu pada tahun 2015.

Adapun Lorenzo menjalani karier yang naik turun sebelum memutuskan pensiun setelah menjalani musim yang buruk bersama Repsol Honda pada tahun 2019.

Padahal, pebalap berusia 33 tahun itu memiliki potensi untuk kembali menjadi juara bersama Ducati pada tahun 2018.

Pada tahun itu Lorenzo mampu menyaingi Marquez dengan merebut tiga kemenangan, tetapi karena serangkaian kecelakaan dia mengalami cedera.

Salah satu kecelakaan yang dia alami pada tahun itu adalah ketika Lorenzo bersaing dengan Marquez, di Aragon, Spanyol.

Lorenzo jatuh di putaran awal balapan dan kemudian menuding Marquez memaksa dia melaju ke area lintasan yang kotor.

Ayah Lorenzo, Chicho, mengatakan Marquez terlalu sembrono, sehingga membuat anaknya kecelakaan.

Chicho, ayah Jorge Lorenzo.
Chicho, ayah Jorge Lorenzo. (bikerspirit.net)

”Itu bukan kesalahan, tetapi manuver terukur dari seorang pebalap yang sangat teliti di sebuah balapan. Dia (Marquez) bergerak terlalu jauh dari jalurnya untuk mencoba mengganggu Jorge dan dia melakukannya karena saat itu dia (Lorenzo) yang paling membuatnya dalam tekanan. Ini kaitannya dengan hasil,” kata Chicho di kanal YouTube miliknya, seperti dikutip Tuttomotoriweb.

”Dia tidak butuh itu karena dia sudah menganggap dirinya sendiri sebagai pebalap terbaik, tetapi dia terus melakukan aksi-aksi yang kurang menghormati lawan. Apa yang penting untuk dia itu menang, bagaimanapun caranya, sekalipun mesti menggunakan metode-metode yang tidak sportif,” tambah Chicho, yang memiliki sekolah pebalap itu.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved