Breaking News:

Virus Corona

Tito Keceplosan Bilang Pilih Kepala Daerah yang Efektif Tangani Covid-19, Kemendagri Klarifikasi

Tito menyatakan bahwa masyarakat membutuhkan kepala daerah yang mampu menangani persoalan Covid-19 secara efektif.

Kompas.com/Kristianto Purnomo
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, membuat heboh. Mantan Kapolri tersebut menyebutkan untuk tidak memilih kepala daerah yang tidak efektif menangani Covid-19 dalam Pilakada serentak 2020.

Hal tersebut disampaikan Tito dalam konferensi pers di Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2020).

Tito menyatakan bahwa masyarakat membutuhkan kepala daerah yang mampu menangani persoalan Covid-19 secara efektif.

"Kalau Kepala daerahnya tidak efektif menangani Covid-19, ya jangan dipilih lagi. Karena rakyat membutuhkan kepala daerah yang efektif, bisa menangani persoalan Covid-19 di daerah masing-masing, berikut dampak sosial ekonominya," ujar Tito.

Persentase Penerimaan Jalur Seleksi PPDB dan Syarat Pendaftaran Tingkat SMP Kota Tangerang

Warisan Pramono Edhie Wibowo Ketika Menjabat KSAD, Reformasi Hak Perempuan di Institusi TNI AD

VIDEO: Kali Bekasi Kembali Berbusa dan Keluarkan Bau Tak Sedap

Siswi SMP di Ciracas Pergi Bersama Pacar Berusia 30 Tahun, Tiga Hari Tak Pulang Rumah

Dalam menghadapi tahapan pilkada yang telah dimulai kembali, Tito mengimbau masyarakat untuk mengkritisi upaya penanganan Covid-19 di daerah masing-masing.

Selain itu, penanganan dampak sosial dan ekonomi oleh kepala daerah juga bisa menjadi isu penting.

"Misal ada daerah yang akan pilkada, dan petahananya ikut ternyata PSBB-nya berantakan, masih banyak orang berkerumun tanpa masker, tanpa jaga jarak," tutur Tito.

Kondisi seperti ini menurutnya terjadi di Korea Selatan dan Amerika Serikat yang saat juga menggelar pemilihan umum.

Sehingga, potensi kemunculan isu-isu primordial yang sering memecah belah masyarakat dan menimbulkan kerawanan pilkada bisa ditekan.

"Kepala daerah akan sangat bersungguh-sungguh, apalagi yang akan running (maju) lagi. Kenapa? Kalau daerahnya merah apalagi ada korban meninggal dunia itu akan menjadi amunisi bagi kontestan lain yang non petahana," kata Tito.

Siswi SMP di Ciracas Pergi Bersama Pacar Berusia 30 Tahun, Tiga Hari Tak Pulang Rumah

PLN Banten Resmi Punya Bos Baru, Ini Programnya ke Depan

Musim Hujan dan Sepi Aktivitas Saat pandemi Covid-19, Lapangan Stadion Tugu Menghijau

Komplotan Pencuri Motor Beraksi di Pamulang, Tangerang Gasak Dua Motor Sekaligus,

Halaman
123
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved