Breaking News:

Virus Corona

Gugus Tugas: 60 Persen Daerah di Indonesia Masuk Zona Hijau Penyebaran Covid-19

Sebanyak 60 persen daerah termasuk golongan rendah dan masuk zona hijau, terkait risiko penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Editor: Yaspen Martinus
YouTube @Sekretariat Presiden
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito saat konferensi pers terkait Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 bersama Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (24/6/2020). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Sebanyak 60 persen daerah termasuk golongan rendah dan masuk zona hijau, terkait risiko penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, saat konferensi pers terkait Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 bersama Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (24/6/2020).

"Relatif hampir 60 persen daerah di Indonesia kondisi risikonya rendah dan hijau," kata Wiku.

9 Pedagang Pasar Palmerah yang Positif Covid-19 Punya Penyakit Penyerta Atau Berusia Lanjut

Wiku menjelaskan, angka tersebut terlihat dari peta zona penyebaran Covid-19 yang dipantau oleh Gugus Tugas.

Dari data yang diambil pada 31 Mei 2020 hingga 21 Juni 2020, menunjukan dari 46,7 persen yang berisiko rendah dan hijau, ternyata turun menjadi 44 dan naik terus 52 persen, bahkan hingga 58,3 persen saat ini.

Maka dari itu, sejumlah sektor ekonomi mulai dibuka di sejumlah daerah yang masuk dalam zona hijau Covid-19.

Jokowi: Ancaman Covid-19 Belum Berakhir, Protokol Kesehatan Harus Jadi Kebiasaan Baru Kita

"Untuk itu beberapa sektor yang aman sudah mulai dibuka," jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga terus meningkatkan pelayanan rumah sakit (RS).

Wiku menyebut, dalam waktu 3 bulan dari 250 RS, ditingkatkan menjadi 1.687 RS. Bahkan, data keseluruhan RS telah terhubung menjadi satu.

Bocah di Bekasi Jadi Korban Pencabulan, Sosok Terduga Pelaku Terekam CCTV

"Sebaran rumah sakitnya juga meningkat menjadi 800 RS rujukan nasional dan provinsi."

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved