Breaking News:

Berita Daerah

Bahas Sosialisasi Pilkada 2020, Mendadak Muncul Video Panas di Webinar KPU Sumbar, Ini Kronologinya

Web Seminar (Webinar) yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat (Sumbar), disusupi video porno.

Editor: Panji Baskhara
Istimewa
Ilustrasi video porno 

Baru-baru ini bahkan lebih dari 500 ribu akun zoom termasuk yang berbayar diperjualbelikan di darkweb. Bahkan banyak diantaranya adalah akun yang dimiliki oleh pemerintahan dan korporasi besar.

Dalam keterangannya Kamis (16/4), pakar keamanan siber menjelaskan bahwa Zoom sudah mendapatkan berbagai kritikan atas keamanan sejak awal 2020.

Dengan kejadian tidak mengenakkan di rapat Wantiknas, sebaiknya jajaran ring 1 istana memakai alternatif lain dan meminta BSSN untuk memberikan solusi jangka pendek dan jangka panjang terkait keperluan video conference.

“Zoom sendiri sebenarnya sudah memberikan update yang cukup krusial, namun kemungkinan belum banyak diketahui penggunanya"

"Seperti fitur enable waiting room, jadi peserta harus mendapatkan approval terlebih dahulu saat mau masuk ke meeting,” jelas chairman lembaga riset Indonesia CISSReC (Communication and Information System Security Research Center, Jumat (17/4/2020)

Ditambahkan Pratama, dengan update nantinya hanya host yang bisa melakukan share screen, sehingga kejadian adanya tayangan porno saat rapat Dewan TIK Nasional tidak lagi terjadi.

Hal ini memang harus diperhatikan benar oleh penyelenggara negara dan pemakai zoom lainnya.

“Update dari zoom tidak serta merta menutup semua celah keamanan yang ada. Jadi perlu terus menerus dilakukan test serta cek oleh zoom dan pihak ketiga."

"Karena peretasan terhadap akun zoom marak dilakukan, artinya ada celah keamanan yang mudah dieksploitasi oleh peretas,” terang mantan pejabat Lembaga Sandi Negara ini.

Pratama berharap pemerintah melalui BSSN maupun Kominfo bisa melahirkan aplikasi video conference yang bisa dipakai oleh negara. Syaratnya mudah, harus memperhatikan aspek keamanan.

“Aplikasi video conference yang private, chat dan media sosial serta email sebaiknya memang kita coba membuat sendiri."

"Tidak tergantung dari luar, peristiwa rapat zoom Wantiknas jelas menjadi bukti bahwa hal ini perlu dilakukan,” terangnya.

Untuk jangka pendek, Pratama menilai penyelenggara negara perlu memakai aplikasi yang terbukti aman dan harus zero issues.

Untuk jangka panjang Indonesia harus mempunyai aplikasi video conference buatan anak bangsa yang aman dan bisa dipakai secara luas.

(Kompas.com/Kontributor Padang Rahmadhani/Wartakotalive.com)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Berawal Suara Lagu, Tiba-tiba Muncul Video Porno di Webinar KPU Sumbar, Ini Penjelasannya"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved