Breaking News:

Berita Internasional

Angkatan Laut AS Siapkan 2 Kapal Perang di Dekat Laut China Selatan

Latihan ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa proyeksi daya kapal perang AS dalam kondisi siap, mampu dan sangat fungsional

AFP
Dua pesawat pembom jarak jauh Amerika B-1B dikawal jet tempur beroperasi di Laut China Selatan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Angkatan Laut AS sedang mempersiapkan serangan yang ekspansif dari dua kapal perang di Pasifik dengan menghubungkan kapal induk USS Theodore Roosevelt dan USS Nimitz Carrier Strike Groups untuk operasi gabungan di dekat Selat Taiwan dan Laut China Selatan.

Latihan ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa proyeksi daya kapal perang AS dalam kondisi siap, mampu dan sangat fungsional jika diperlukan untuk meluncurkan operasi tempur terkoordinasi di daerah tersebut.

Melansir The National Interest, Komandan Angkatan Laut merujuk latihan ini sebagai upaya khusus untuk mempertahankan "kesiapan" di wilayah yang sangat rentan dan bertekanan tinggi.

Dia juga mengakui ketegangan yang terjadi antara AS-Tiongkok saat ini.

"Ini adalah kesempatan besar bagi kita untuk berlatih bersama dalam skenario yang kompleks," jelas Laksamana Muda Doug Verissimo, komandan Carrier Strike Group (CSG) 9, mengatakan dalam laporan Angkatan Laut seperti yang dikutip dari The National Interest.

BREAKING NEWS: Ilmuwan Amerika Ungkap Kasus Virus Corona di China 1,1 Juta dan 65.030 Orang Tewas

Terungkap Kasus Pengeroyokan di Jalur Pantura. Ternyata Korban Anggota TNI Angkatan Laut Aktif

Dia menambahkan, "Dengan bekerja bersama dalam lingkungan ini, kami meningkatkan keterampilan taktis dan kesiapan kami dalam menghadapi wilayah yang semakin tertekan dan Covid-19."

Menurut pernyataan resmi Angkatan Laut AS, kelompok serangan AS tersebut akan mendukung latihan pertahanan udara, pengawasan laut, pengisian kembali di laut, pelatihan tempur udara defensif, serangan jarak jauh, manuver terkoordinasi dan latihan lainnya.

Meskipun bukan pertama kalinya Angkatan Laut melakukan operasi dual-strike group di Pasifik, manuver ini bukan tanpa tantangan teknis dan strategis. Namun, serangan multi-carrier berhasil berkat jaringan yang rumit, komando terkontrol dan upaya konflik udara.

TNI Siaga Tempur di Natuna. Belakangan kawasan itu diklaim China dan sejumlah kapal asing masuk ke perairan Natuna menangkap ikan.
TNI Siaga Tempur di Natuna. Belakangan kawasan itu diklaim China dan sejumlah kapal asing masuk ke perairan Natuna menangkap ikan. (Capture @KompasTV)

Di sisi lain, latihan ini juga memberikan keuntungan besar untuk opsi serangan maritim dengan melipatgandakan daya tembak, potensi pengawasan dan kemampuan senjata.

Operasi ini juga dinilai mampu memperluas kemampuan Angkatan Laut untuk menyerang target darat ke tingkat yang lebih besar, memperpanjang waktu tinggal pencarian target dan memungkinkan serangan multi-platform terkoordinasi.

Halaman
123
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved