Breaking News:

Virus Corona

PSBB Transisi Jakarta Hingga Akhir Juni 2020, Ini Alasan yang Disampaikan Anies Baswedan

DKI Jakarta tidak akan melakukan kebijakan yang tidak memprioritaskan keselamatan warga.

Warta Kota/Desy Selviany
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat video conference dengan Warta Kota. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengungkapkan pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi di ibu kota dapat diteruskan dilakukan sampai akhir Juni.

Sebab angka reproduksi (Rt) Covid-19 selama dua pekan ini tetap rendah di kisaran 0,9.

“Hasilnya, ternyata baik dan baik itu bukan artinya Pemprov DKI Jakarta atau dinas. Arti baik ini untuk seluruh masyarakat,” kata Anies di Balai Kota DKI pada Senin (22/6/2020).

“Dari potret itu tergambar bahwa fase transisi ini bisa diteruskan. Nanti akhir Juni kami akan lihat lagi,” tambah Anies.

Usai Jalani Swab Test, Dua Pengawai Kecamatan Menteng Terkonfirmasi Positif Covid-19

Laboratorium Vaksin Flu Burung di Bandung Segera Dirombak untuk Genjot Produksi PCR

Terungkap, Motif Kelompok John Kei Serang Kelompok Nus Kei Ternyata Ini Gara-garanya

Bantu Pemprov Jatim Tekan Korban Covid-19,  Sido Muncul Bagikan 1500 JSH Herbal Tingkatkan Imun

Menurutnya, DKI Jakarta tidak akan melakukan kebijakan yang tidak memprioritaskan keselamatan warga.

Bila kondisi di lapangan membahayakan atau terjadi lonjakan kasus, pemerintah daerah akan mengeluarkan PSBB sebelumnya pada 10 April 2020 lalu.

Saat itu DKI membatasi semua aktivitas masyarakat, termasuk hanya 11 sektor usaha yang diizinkan berkegiatan kembali.

“Tapi karena sekarang tidak ada temuannya (lonjakan kasus), kita akan jalani terus dua minggu lagi (menuju PSBB transisi fase dua),” ungkapnya.

Meski kondisinya sudah terkendali, namun Anies tak menampik bahwa kasus baru masih tetap ada di Jakarta. Hanya saja tidak sebesar pada awal Maret 2020 lalu, yang nilai Rt mencapai empat.

“Tentu kasus-kasus ada, di foto dan di gambar ada itu dan pelanggaran ini serta pelanggaran itu, ada. Tapi yang dipotret ini adalah 11 juta penduduk, bukan 1-2 kasus yang kemudian menarik perhatian,” ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved