Breaking News:

Virus Corona

Prabowo Kritik Pengelolaan Pasar Tradisional Jakarta di Masa Pandemi Covid-19

Prabowo Kritik Pengelolaan Pasar Tradisional Jakarta di Masa Pandemi Covid-19. Simak selengkapnya dalam berita ini.

Wartakotalive.com/Joko Supriyanto
Sejumlah petugas Satpol PP tengah menggelar pengawasan PSBB transisi di Pasar Palmerah, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pengelolaan pasar tradisional di Jakarta mendapat kritikan keras.

Hal tersebut lantaran masyarakat dan pedagang tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan saat berbelanja untuk mencegah penyebaran virus corona. 

Selain itu, pasar tradisional di Jakarta dinilai kotor dan kumuh.

Padahal, kata anggota Komisi C DPRD DKI, Prabowo Soenirman, untuk mencegah penyebaran Covid-19 harus menjaga kebersihan lingkungan.

Khawatir Diserbu Kelompok Lain yang Ingin Balas Dendam, Rumah John Kei Dijaga Sejumlah Polisi

Prabowo mengaku, prihatin dengan kondisi pasar tradisional yang tidak terurus dengan baik oleh Perusahaan umum daerah (Perumda) Pasar Jaya.

"Jelas-jelas kebersihan salah satu bagian protokol kesehatan Covid-19. Tapi, pasar tradisional di Jakarta 80% kumuh, tidak terawat, dan kotor. Saya nilai, Pasar Jaya gagal tidak bisa kelola pasar dengan baik. Jaga kebersihan pasar tak bisa," kata Prabowo, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin (22/6/2020).

Dia menegaskan, bisa berkata seperti ini karena sudah melihat langsung ke lapangan.

Misalnya, Pasar Palmerah, Jakarta Barat, Pasar Kramat Jati, dan Pasar Pulogadung, Jakarta Timur, kondisinya cukup memprihatinkan.

Inilah 10 Besar Provinsi Penghasil Beras, Jawa Tengah Nomor Satu

"Gubernur DKI dan Wagub DKI, sudah tinjau ke lapangan. Tapim Direksi Pasar jaya, tidak pernah tinjau atau turun ke lapangan. Aneh, bagi saya," ucap dia.

"Bagaimana Covid di ibu kota bisa hilang cepat, kalau pasar tradisonal masih jorok dan kumuh," ucap Prabowo.

Jujur saja, kata Prabowo, dia kasihan dengan Gubernur DKI Anies Baswedan yang matin-matian mengendalikan Covid-19.

"Saya cek juga, pasar tidak ada protokol kesehatan, contoh Pasar Impres Pondok Bambu, Jakarta Timur, orang keluar masuk tanpa masker dibiarkan saja. Kotor pula," tegasnya.(cc)

Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved