Breaking News:

Berita Internasional

Koalisi Ormas Muslimah dan Lembaga Perempuan Minta Perampasan Tepi Barat Palestina Dihentikan

Menurut Fauziah, kepedulian perempuan tersebut memperlihatkan bahwa mereka menolak atau meminta dihentikannya perampasan Tepi Barat Palestina.

Warta Kota/Dodi Hasanuddin
Global Woman Coalition for al Quds and Palestine bekerjasama dengan Adara Relief International menggelar seminar bertajuk “Tolak Perampasan Tepi Barat” secara virtual 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Global Woman Coalition for al Quds and Palestine (GWCQP), Dr Fauziah Mohd Hasan, menyambut baik kepedulian perempuan terhadap perjuangan bumi Palestina. 

Hal tersebut disampaikan Fauziah dalam seminar bertajuk “Tolak Perampasan Tepi Barat” yang digagas oleh Asia Pacific Women’s Coalition for Al Quds and Palestina (ApWCQP).

Seminar tersebut dilakukan bekerjasama dengan Adara Relief International melalui zoom meeting dan dihadiri oleh 400 peserta, termasuk pimpinan dari 10 (sepuluh) ormas muslimah dan 2 (dua) lembaga perempuan Indonesia, Minggu (21/6/2020).

Nikita Mirzani Mengaku Bisa Bernafas Lega Setelah Dengar Tuntutan Jaksa

Gandeng Rumah Sunat Dr Mahdian, Klinik Kimia Farma Buka Layanan Sunat di Rumah, Tanpa Jarum Suntik

VIDEO: Kisah Kepala Dinas Dikbud Tangsel Taryono yang Lahir dari Keluarga Buruh Tani

DPRD Kota Bekasi Terima Kunjungan Kerja Komisi IV DPRD Kabupaten Pandeglang

Menurut Fauziah, kepedulian perempuan tersebut memperlihatkan bahwa mereka menolak atau meminta dihentikannya perampasan Tepi Barat Palestina.

"Koalisi ini bertujuan untuk menunjukkan solidaritas perempuan seluruh dunia untuk perjuangan anak dan perempuan di Palestina," kata Fauziah.

Ketua Bidang Sosialisasi dan Edukasi Komite Nasional untuk Rakyat Palestin), Muhammad Syarif,menyatakan bahwa tujuan dari perampasan Tepi Barat adalah untuk menguasai Masjid Suci Al Aqsa, dan menghapus agenda Palestina berdaulat sesuai Tapal 1967.

Kemudian mengusir bangsa Palestina dari Tepi Barat dan melenyapkan otoritas Palestina untuk merealisasikan Deal of Century dan sebagai perwujudan dari janji kampanye Banyamin Netanyahu yang akan mencaplok Tepi Barat dan Lembah Yordania.

"Tepi Barat itu sesungguhnya merupakan benteng Al Quds. Membiarkan perampasan Tepi Barat sama saja dengan menyerahkan masjid Al Aqsa ke dalam penguasaan zionis, " tandas aktivis Palestina tersebut.

Wakil Ketua GWCQP,  DR Sajidah, menambahkan bahwa yang terjadi di Palestina saat ini bukan hanya perampasan wilayah, tetapi juga terusirnya penduduk dari negerinya sendiri.

Sebab itu, gerakan "Tepi Barat Milik Kita" yang sedang dicanangkan selama bulan Juni 2020 ditujukan agar Tepi Barat tetap milik Palestina.

Halaman
12
Penulis: Dodi Hasanuddin
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved