Breaking News:

Virus Corona

Ikuti Protokol Covid-19 Penari Kecak Uluwatu Kenakan APD Saat Menari

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi kreatif merilis buku panduan bagi pelaku pariwisata untuk menjalankan usahanya di tengah Pandemi Covid-19.

Dok Kementerian Parekraf
Penari Kecak Uluwatu di Bali mengenakan face shield mengikuti protokol kesehatan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Keren, saat ini para penari Kecak di Bali pun sudah mengenakan faceshield atau alat pelindung wajah saat menari di depan pengunjung

Hal ini tampak dari foto-foto yang disiarkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam menghadapi Pandemi Covid-19 yang masih terjadi

Pemerintah melalui Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) secara resmi telah mengesahkan protokol kesehatan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) yang disusun Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama para pemangku kepentingan dan kementerian terkait.

Penari Kecak Uluwatu di Bali mengenakan APD, face shield, masker dan sarung tangan mengikuti protokol kesehatan.
Penari Kecak Uluwatu di Bali mengenakan APD, face shield, masker dan sarung tangan mengikuti protokol kesehatan. (Dok Kementerian Parekraf)

Protokol kesehatan sektor parekraf disahkan melalui KMK Nomor HK.01.08/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf R. Kurleni Ukar dalam keterangannya, Senin (22/6/2020) mengatakan, protokol kesehatan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif disusun berlandaskan atas tiga isu utama.

Anggota DPRD DKI Kritisi Lemahnya Sanksi Perda Pelestarian Kebudayaan Betawi di Tempat Wisata

Kota Bekasi Kejar Target Pajak Sektor Pariwisata di Masa New Normal

“Yakni kebersihan, kesehatan, dan keamanan," kata Kurleni Ukar.

KMK tersebut diantaranya mengatur protokol untuk hotel/penginapan/homestay/ asrama dan sejenisnya, rumah makan/restoran dan sejenisnya, lokasi daya tarik wisata, moda transportasi, jasa ekonomi kreatif, jasa penyelenggara event/pertemuan, serta tempat dan fasilitas umum lainnya yang terkait erat dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Selanjutnya, protokol dapat digunakan sebagai acuan bagi seluruh pihak, yakni kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota, dan masyarakat. Termasuk asosiasi, pengelola, pemilik, pekerja, dan pengunjung pada tempat dan fasilitas umum.

Kehadiran protokol kesehatan ini diharapkan dapat mendukung rencana pembukaan usaha pariwisata dan ekonomi kreatif secara bertahap sehingga dapat menggerakkan kembali usaha pariwisata dan ekonomi kreatif, sektor yang paling terdampak dari pandemi Covid-19.

Petugas di Garuda Wisnu Kencana Park, Bali, menyambut wisatawan dengan menyiapkan hand sanitizer
Petugas di Garuda Wisnu Kencana Park, Bali, menyambut wisatawan dengan menyiapkan hand sanitizer (Dok Kementerian Parekraf)

Namun demikian, keputusan terkait pembukaan kembali usaha pariwisata tentu harus disesuaikan dengan tingkat risiko wilayah penyebaran Covid-19 dan kemampuan daerah dalam mengendalikan Covid-19.

Halaman
12
Editor: Alex Suban
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved