MotoGP
Marc Marquez Pulih dari Cedera dan tidak Sabar untuk Kembali Membalap
Dengan kondisi yang sudah 100 persen pulih, Marquez mengaku bersemangat untuk bisa kembali berkompetisi mulai bulan Juli nanti.
Penulis: Merdisikandar | Editor: Merdisikandar
Marc Marquez sudah pulih dari cedera bahu.
Kondisi itu membuat pebalap Repsol Honda tersebut sangat bergairah dalam menyambut seri perdana balap MotoGP 2020, yang bakal berlangsung di Sirkuit Jerez, Spanyol, 19 Juli mendatang.
Marquez sempat diragukan bakal fit saat MotoGP 2020 dimulai lagi, lantaran dia menjalani operasi bahu pada masa pramusim.
Namun pandemi corona yang menunda sejumlah balap MotoGP tahun ini membuat Marquez punya waktu lebih lama untuk pulih.
“Bahu saya sudah benar-benar sembuh. Selama ini saya sudah berlatih motocross dengan normal,” kata Marquez, seperti dikutip Tuttomotoriweb.
Dengan kondisi yang sudah 100 persen pulih, Marquez mengaku bersemangat untuk bisa kembali berkompetisi mulai bulan Juli nanti.
“Saya ingin kembali normal. Kami akan kembali balapan pada bulan Juli. Saya tidak sabar untuk kembali menjalani hal yang menjadi gairah saya, yaitu balap motor,“ ujar Marquez.
Marquez menyadari balap MotoGP bakal terasa kurang meriah tanpa kehadiran penonton.
Namun, opsi tanpa penonton adalah langkah terbaik yang bisa diambil di tengah kondisi dunia yang masih berjuang agar bebas dari penyebaran virus corona.
“Balapan bakal terasa seperti tes, dingin, dan berbeda. Namun, tentu ini lebih baik, karena penonton bisa menyaksikan balapan di rumah lewat televisi, dibandingkan sama sekali tidak bisa menonton balapan,“ ucap Marquez.
Jadwal balap MotoGP 2020 telah dirilis dengan 13 seri yang akan akan dipertandingkan hingga bulan November mendatang.
Grand Prix (GP) Spanyol dan GP Andalusia bakal berlangsung dalam dua pekan beruntun dan sama-sama dipertandingkan di Sirkuit Jerez.
Sementara itu, pebalap anyar Ducati Corse, Jack Miller, optimistis mampu mengalahkan Marquez.
Pebalap berusia 25 tahun itu enggan meremehkan Marquez, yang mampu merebut enam gelar juara MotoGP, tetapi dia yakin ada celah untuk menghentikan hegemoni Marquez.
Menurut Miller, setiap pebalap pasti memiliki niat untuk mengalahkan pebalap asal Spanyol itu.
Dengan pengalaman yang sudah lima tahun, Miller yakin bisa melakukan hal tersebut.
“Tentu saya merasa bisa mengalahkannya, karena jika tidak, saya tidak akan melakukan apa yang saya lakukan. Saya terus berkembang dan makin dewasa di MotoGP,” ujar Miller, seperti dikutip Sky Italia.
“Tentu Marc Marquez luar biasa, dia naik ke MotoGP dan langsung juara pada musim debutnya. Namun, saya merasa sudah berada di jalan yang tepat, hanya saja saya butuh waktu yang lebih lama,” tambah pebalap yang pada musim ini membela Pramac Racing itu.
Miller juga mengomentari prestasi pebalap asal Australia yang kerap sukses bersama Ducati, seperti Casey Stoner, yang menjuarai MotoGP 2007, dan Troy Bayliss, yang tiga kali menjuarai WorldSBK.
Miller mengaku bangga dengan tradisi juara yang sudah dibuat oleh kompatriotnya itu.
Meski begitu, dia enggan disamakan dengan Stoner dan Bayliss, serta tidak mau terbebani untuk mengikuti jejak kedua rekan satu negaranya itu.
"Kami semua berbeda. Casey berbeda dari Troy dan saya berbeda dari mereka. Mungkin saya agak lebih mirip Troy, tetapi saya punya gaya sendiri, beda dari yang lain," ujar Miller.
"Casey punya talenta alami dan menakjubkan melihatnya balapan. Mereka punya kualitas baik, tetapi semua berbeda, meski Australia punya tradisi yang sama di Ducati," lanjutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/marques-0502.jpg)