Kamis, 7 Mei 2026

Berita Internasional

China Bantah Menahan Serdadu India Setelah Bentrok yang Menewaskan 20 Tentara India

The Indian Express mengatakan ini adalah pertama kalinya tentara India ditahan oleh pihak China setelah perang India-China pada 1962

Tayang:
Penulis: |
khaleejtimes.com
Seorang tentara India berjaga di perbatasan dengan China di wilayah pegunungan 

Wartakotalive, Jakarta - China membantah laporan media massa India bahwa pihaknya masih menahan tentara India setelah mereka ditangkap dalam bentrokan perbatasan di kawasan pegunungan Himalaya yang menewaskan sedikitnya 20 tentara India.

Ketika ditanya tentang laporan media India pada hari Jumat, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan, China tidak menangkap personel India.

Bentrokan pada Senin, 15 Juni 2020, di Lembah Galwan yang disengketakan tersebut tergolong paling mematikan sejak 45 tahun terakhir.

Kantor berita India PTI dan media lainnya, yang dikutip aljazeera.com, melaporkan bahwa Tiongkok melepaskan 10 tentara India, termasuk setidaknya dua perwira, Kamis malam.

Pembebasan mereka dilakukan setelah dilakukan beberapa kali pembicaraan tingkat perwira antara kedua pasukan dalam upaya untuk meredakan ketegangan.

Surat kabar Indian Express, mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya, mengatakan semua 10 tentara dibebaskan oleh China sekitar pukul 17.00 pada hari Kamis.

"Mereka dikembalikan tanpa cedera," kata orang pejabat itu.

The Indian Express mengatakan ini adalah pertama kalinya tentara India ditahan oleh pihak China setelah perang India-China pada 1962.

Bantahan serupa juga disampaikan oleh pihak militer India.

"Tidak ada pasukan India yang hilang dalam aksi," kata pernyataan yang dikeluarkan oleh militer.

China belum secara resmi mengungkapkan korban di pihaknya, meskipun India mengklaim korban juga jatuh di pihak China.

India dan China belum pernah melakukan baku tembak di perbatasan sejak 1967, meski kadang terjadi gejolak.

Sejak bentrokan itu, tidak ada tanda-tanda terobosan situasi antara kedua raksasa Asia itu.

India mengatakan tentaranya terbunuh dalam serangan yang direncanakan oleh pasukan Tiongkok.

China menolak tuduhan itu dan menyalahkan tentara garis depan India karena memprovokasi konflik yang terjadi pada ketinggian 4.300 meter di Himalaya barat.

Perbatasan sepanjang 4.056 km antara India dan China melintas gletser, padang salju, dan sungai dari barat ke pegunungan berhutan lebat di timur.

Lembah Galwan adalah daerah yang gersang. Di situ tentara menempati pos di punggung bukit yang curam.

Lembah itu dianggap penting karena mengarah ke Aksai Chin, dataran tinggi yang disengketakan yang diklaim oleh India tetapi dikuasai oleh China.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved