Breaking News:

Berita Video

VIDEO: Buronan FBI Russ Medlin Terbang dari Dubai Sebelum Masuk ke Indonesia

"Ia terbang dari Dubai, Uni Emirat Arab, masuk ke Indonesia lewat bandara Halim Perdana Kusuma, pada November 2019

Warta Kota/Budi Sam Lau Malau
Buronan FBI, Russ Medlin (baju oranye), diapit polisi, dihadirkan di Polda Metro Jaya, Selasa (16/6/2020). Dia ditangkap di rumah kontrakannya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (14/6/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI- Buronan Federal Bureau of Investigation (FBI) Russ Albert Medlin (49) diketahui terakhir kali masuk ke Indonesia pada November 2019 menggunakan passport sesuai identitas dirinya, sebelum Red Notice dirinya sebagai buronan dikeluarkan FBI pada Desember 2019.

"Ia terbang dari Dubai, Uni Emirat Arab, masuk ke Indonesia lewat bandara Halim Perdana Kusuma, pada November 2019 dengan visa kunjungan. Setelah itu red notice bahwa dirinya buronan keluar pada Desember 2019," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Kamis (18/6/2020).

Menurut Yusri karena tahu adanya red notice atas dirinya, Medlin, tidak keluar dari Indonesia, karena dipastikan akan dijegal pihak imigrasi.

"Sejak Desember 2019, ia sempat tinggal di salah satu apartemen di Jakarta dan kemudian sejak 3 bulan terakhir ia mengontrak rumah di Jalan Brawijaya, Kebayoran Baru, Jaksel, dan di sana ia ditangkap petugas karena kasus persetubuhan dengan anak dibawah umur," kata Yusri.

Ia menuturkan sampai Kamis (18/6/2020) pihaknya masih menunggu kepastian ekstradisi yang akan dilakukan terhadap buronan kelas kakap FBI, Russ Albert Medlin (49) yang dibekuk Polda Metro Jaya, Minggu (14/6/2020).

"Kepastian ekstradisi itu kami masih menunggu hasil koordinasi dengan kedutaan besar Amerika Serikat serta FBI," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Kamis (18/6/2020).

Yusri menjelaskan perwakilan Federal Bureau of Investigation (FBI) sudah berada di Jakarta untuk melakukan kordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Mabes Polri, terkait ekstradisi Russ Albert Medlin.

Sembari menunggu kata Medlin, pihaknya memastikan proses hukum terhadap tersangka terkait tindak pidana persetubuhan terhadap perempuan dibawah umur.

"Sampai saat ini tersangka RAM (Russ Albert Medlin-Red) masih dilakukan pemeriksaan dan pendalaman oleh penyidik Cyber Crime terkait dugaan persetubuhan anak. Dan juga terus koordinasi antara Hubinter Mabes Polri dengan FBI yang saat ini perwakilannya ada di Jakarta," kata Yusri.

Selain berkordinasi dengan perwakilan FBI, pihaknya juga akan menemui Dubes AS di Indonesia terkait ini. "Memang permohonan dari FBI agar yang bersangkutan bisa diekstradisi kembali ke negaranya di Amerika Serikat). Sambil menunggu surat dari sana, kita harus bertemu perwakilan Dubes Amerika di Indonesia," kata Yusri.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved