Breaking News:

Berita Internasional

Mantan Penasihat Trump Buka Kartu: Trump Dukung China Bangun Kamp untuk 1 Juta Muslim Uigur

Trump mengatakan bahwa Xi harus terus melanjutkan pembangunan kamp-kamp, yang menurut Trump adalah hal yang tepat untuk dilakukan

Penulis: | Editor: Bambang Putranto
politico.com
John Bolton saat menjabat sebagai Penasihat Kemanan Trump di Gedung Putih 

Wartakotalive, Jakarta - Buku memoar mantan penasihat Keamanan Nasional Presiden Trump, John Bolton, bakal membuat Presiden Trump kalang kabut.

Dalam buku berjudul The Room Where Happened: A White House Memoir, yang akan diterbitkan pada tanggal 23 Juni 2020 oleh Penerbit Simon dan Schuster, New York, banyak sisi konyol Trump.

Salah satu info dalam buku itu yang sudah bikin ramai adalah Trump minta bantuan Presiden China Xi Jinping supaya dia bisa terpilih kembali dalam pilpres November 2020.

Permintaan itu disampaikan Trump saat mereka berdua mengadakan pembicaraan tertutup ketika berlangsung pertemuan puncak G7 di Osaka, Jepang, Juni 2019.

Bolton mengundurkan diri pada September 2019 setelah sekitar 17 bulan sebagai penasihat Keamanan Nasional Presiden Trump.

Namun, versi Trump lain. Ia mengklaim memecat Bolton setelah keduanya bentrok dalam hal kebijakan terhadap Korea Utara, Iran, Ukraina dan Taliban di Afghanistan.

Berikut sejumlah isu lain yang diungkap John Bolton, sebagaimana dikutip aljazeera.com.

Dalam pertemuan yang sama dengan Xi, pemimpin Tiongkok membela pembangunan kamp yang menampung satu juta Muslim Uighur.

PBB menyatakan khawatir atas penahanan massal kelompok Muslim Uighur di Cina dan menuntut pembebasan mereka. 


Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Ujian Muslim Uighur di China, Dari Tak Boleh Puasa Ramadhan hingga Dilarang Bernama Islami, http://jateng.tribunnews.com/2018/12/18/derita-muslim-uighur-di-china-dari-tak-boleh-puasa-ramadhan-hingga-dilarang-bernama-islami.

Editor: Catur waskito Edy
PBB menyatakan khawatir atas penahanan massal kelompok Muslim Uighur di Cina dan menuntut pembebasan mereka. Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Ujian Muslim Uighur di China, Dari Tak Boleh Puasa Ramadhan hingga Dilarang Bernama Islami, http://jateng.tribunnews.com/2018/12/18/derita-muslim-uighur-di-china-dari-tak-boleh-puasa-ramadhan-hingga-dilarang-bernama-islami. Editor: Catur waskito Edy (afp)

"Menurut penerjemah kami," Bolton menulis, "Trump mengatakan bahwa Xi harus terus melanjutkan pembangunan kamp-kamp, yang menurut Trump adalah hal yang tepat untuk dilakukan.

Bolton mengungkap, brifing intelijen dengan Presiden Trump adalah buang-buang waktu.

"Karena banyak waktu dihabiskan mendengarkan Trump, daripada Trump mendengarkan briefing".

Dalam satu pertemuan, tulis Bolton, Trump tampak terkejut mengetahui bahwa Inggris adalah kekuatan nuklir dan bertanya apakah Finlandia adalah bagian dari Rusia.

Menurut Harian New York Times (NYT), buku memoar Bolton itu menggambarkan "potret layu dari seorang presiden yang tidak mengetahui fakta-fakta mendasar tentang dunia".

Selain itu, buku itu menggambar seorang presiden yang rentan terhadap sanjungan dari para pemimpin otoriter yang mengibulinya, dan cenderung suka membuat pernyataan palsu, gampang meluapkan kata-kata kotor dari mulutnya, dan gampang mengambil keputusan kilat, yang kerap dikoreksi atau dibatalkan oleh para pembantunya".

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved