Edukasi Kesehatan

Edukasi: Ukuran Mr P Dapat Buat Pasangan Cepat Orgasme, Mitos atau Fakta? Ini Penjelasannya

Mr P membesar namun tidak cukup keras, sehingga hal ini memungkinkan mengalami kesulitan penestrasi.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Dodi Hasanuddin
Shutterstock
Ilustrasi 

WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH - Disfungsi ereksi tak hanya terjadi pada wanita, namun pria pun juga mengalami hal ini.

Terkadang banyak pria tak menyadari bila dirinya mengalami disfungsi ereksi, meski kondisi merasa sehat dan tidak mengalami gangguan.

Medical Sexologies Dokter Binsar Martin Sinaga FIAS mengatakan, disfungsi ereksi adalah sesuatu gangguan ereksi.

Dimana disfungsi ereksi bisa terjadi akibat dua faktor. Faktor pertama yaitu akibat pembuluh darah yang bermasalah dan hormon testosteron.

Edukasi: Data Kedokteran Sebut 8 dari 10 Istri Tidak Puas saat Berhubungan Intim dengan Suami

Edukasi - Inilah Standar Ukuran Ideal Mr-P Anak Anda agar Dianggap Normal oleh Dokter, Cek Ya

Dalam ilmu Sexologies kekerasan atau erection hardness score terdapat empat grade, derajat paling rendah yaitu hanya membesar namun tidak cukup keras, sehingga hal ini memungkinkan mengalami kesulitan penestrasi. 

"Nah ini yang sering kali dikeluhkan oleh rumah tangga dan ibu rumah tangga," kata Dr Binsar Martin Sinaga saat live streaming di akun instagram wartakotalive.com, Kamis (18/6/2020).

Lalu, ereksi kedua yaitu kondisi penis sudah cukup besar dan keras.

Mantan Fisioterapi Timnas Indonesia Sebut Kesadaran Pemain dengan Fisioterapi sudah Meningkat

Cegah Penularan Covid-19, Satpol PP Kota Tangsel Segel Tempat Wisata Dadakan Situ Lengkong

Sedangkan derajat ketiga cukup bagus karena penis sudah dapat digunakan untuk penestrasi, dan terakhir kondisi penis benar-benar dalam keadaan sempura, keras dan dapat digunakan untuk penestrasi.

Faktor seksualitas di Indonesia, memang sering kali tak terlepas dengan mitos-mitos yang beredar, seperti halnya salah satunya yaitu mengenai ukuran menentukan kepuasan. Binsar Martin justru menepis mitos tersebut.

Masih di Malang, Ini Aktivitas Kiper Persita Tangerang Annas Fitranto di Masa Pandemi

Warganet Ditangkap Gara-gara Unggah Celoteh Gus Dur, Ini Pendapat Pakar Psikologi Forensik

Ia beranggapan jika ukuran sebagai faktor kepuasan merupakan pemikiran yang salah besar, sebab klitoris pada wanita sebagai pusat rangsang wanita, itu ada dibagian depan sedangkan bagian dalam merupakan jaringan ikat.

Sehingga banyak orang beranggapan jika semakin besar penis maka akan menentukan orgasme pada pasangan saat melakukan penestrasi. Padahal yang benar adalah sejauh mana ereksi penis itu terjadi.

"Banyak mitos diluaran sana berkata ukuran menentukan. Itu salah, sebab didalam hubungan seksual kekerasan itu akan membuat orgasme pada wanita," katanya.

Atas kondisi ini, Dr Binsar menyampaikan diharapkan ereksi pada usia 45 tahun keatas berada di derajat 3 dimana ereksi penis cukup bagus dan dapat melakukan penestrasi. Sedangkan usia 45 tahun kebawah berada di derajat 4 dimana penis ereksi dalam keadaan sempurna.

Dokter Binsar Martin Sinaga FIAS adalah medical sexologiest. Ia anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Depok, Jawa Barat dan anggota FIAS (Fellow Indonesian Association Sexologist).

Dr Binsar yang berpraktik di Sex and Men's Health Clinic Raditya Medical Centre di Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Jawa Barat untuk menangani gangguan seksual, masalah infertilitas pria dan micropenis. Konsultasi jarak jauh dapat melalui Whatsapp ke nomor 0813 - 8231-7586

Umumnya, gangguan seksual pria terdiri atas aantara lain gangguan libido/dorongan seksual lalu gangguan ereksi sampai gangguan ejakulasi. (*)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved