Jalur Sepeda

Dari 63 Kilometer Jalur Sepeda, DKI Jakarta hanya Optimalkan 14 Kilometer di Jalan Sudirman-Thamrin

Dinas Perhubungan DKI Jakarta membeberkan alasan hanya optimalkan jalur sepeda sementara di Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat, sepanjang 14 km.

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Warga bersepeda melintasi jalur sepeda yang telah dibuat oleh Pemprov DKI Jakarta di Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (14/6/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, TANAH ABANG - Dinas Perhubungan DKI Jakarta membeberkan alasan hanya optimalkan jalur sepeda sementara di Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat, sepanjang 14 kilometer.

Padahal DKI Jakarta memiliki jalur sepeda sepanjang 63 kilometer yang tersebar di lima kota administrasi Jakarta.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, jalur sepeda sementara (pop up bike lane) lebih dioptimalkan di Jalan Sudirman-Thamrin.

Alasannya,  pesepeda di ruas jalan tersebut lebih tinggi dibanding jalur sepeda lainnya.

Pesepeda Terancam Denda Rp 100 Ribu Hingga Penjara 15 Hari, Ini Lengkap Penjelasan Polisi

Jalur Sepeda Sementara di Bahu Jalan Sudirman-Thamrin Dimaksimalkan Saat Jam Sibuk

Di sepanjang pinggir  Jalan Sudirman-Thamrin, kata dia, banyak berdiri perkantoran sehingga pekerja juga banyak yang memakai sepeda menuju tempat kerja.

“Di sisi lain pada ruas Jalan Sudirman-Thamrin ini, jalur sepedanya menyatu dengan pejalan kaki karena berada di trotoar,” ujar Syafrin di FX Sudirman, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2020).

Ada peningkatan pesepeda di sana, kata dia, DKI Jakarta lalu membuatkan jalur sepeda sementara di bahu jalan.

Dia menambahkan, tidak hanya pesepeda saja yang jumlahnya meningkat, tetapi pengguna angkutan umum lainnya seperti kereta MRT Jakarta, dan bus TransJakarta juga meningkat.

Hindari Penularan Covid-19, Jalur Sepeda di Sudirman-Thamrin Dipindahkan ke Bahu Jalan

JADWAL Jalur Sepeda di Jalan Sudirman-Thamrin, Pesepeda yang Bandel Bisa Didenda Rp 100 Ribu

“Otomatis ketika terjadi peningkatan volume angkutan umum, tentu akan ada pejalan kaki di sepanjang trotoar," katanya.

"Kami tidak ingin ada papasan antara pesepeda dengan pejalan kaki itu karena bisa berpotensi penyebaran Covid-19," katanya.

Halaman
123
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved