Jumat, 10 April 2026

Berita Internasional

Sengketa India-China Makin Panas, PM India Narendra Modi Mengancam

Kementerian luar negeri China mengonfirmasi bahwa telah terjadi "konfrontasi fisik yang brutal"

Penulis: |
Reuters/Aljazeera
Pasukan artileri India sedang beristirahat dalam perjalanan menuju Ladakh, sebelah tenggara Srinagar, berbatasan dengan daerah yang disengketakan dengan Tiongkok (China) 

Wartakotalive, Jakarta - Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan pengorbanan 20 tentara yang dibunuh oleh tentara Tiongkok "tidak akan sia-sia" dan mendesak agar "perbedaan (dengan China) tidak berubah menjadi perselisihan".

"Bagi kami, persatuan dan kedaulatan negara adalah yang paling penting...India menginginkan perdamaian tetapi mampu memberikan jawaban yang setimpal jika diprovokasi," kata Modi, Rabu, 17 Juni 2020, sebagaimana dikutip aljazeera.com.

Modi mengakhiri pidatonya di televisi dengan melakukan hening cipta selama dua menit untuk memberi penghormatan kepada tentara yang tewas.

Pemimpin India itu juga menyerukan pertemuan virtual pada 19 Juni dengan partai-partai oposisi untuk membahas ketegangan dengan China.

Menurut pihak militer India, sebanyak 20 tentaranya terbunuh dalam pertempuran sengit dengan pasukan Cina atas daerah perbatasan yang disengketakan di Himalaya barat.

Dalam sebuah pernyataan, militer mengatakan pada hari Selasa bahwa 17 tentara India yang mengalami luka berat akhirnya meninggal dunia, sedangkan tiga lainnya, seorang perwira dan dua prajurit, tewas di medan laga.

"Pasukan yang tewas dalam menjalankan tugas di lokasi sengketa dan terkena suhu di bawah nol di dataran tinggi, menjadi total 20 orang", kata pernyataan militer India.

Kementerian luar negeri China mengonfirmasi bahwa telah terjadi "konfrontasi fisik yang brutal" pada hari Senin, 15 Juni 2020, di daerah perbatasan.

Namun, China tidak menyebutkan korban yang jatuh di pihaknya, sedangkan Kementerian Luar Negeri India mengatakan ada korban di kedua belah pihak.

Foto satelit wilayag Ladakh yang disengketakan India-China, lokasinya berada di kawasan Pegunungan Himalaya, Tibet, dengan ketinggian sampai 4.000 meter dari muka laut
Foto satelit wilayag Ladakh yang disengketakan India-China, lokasinya berada di kawasan Pegunungan Himalaya, Tibet, dengan ketinggian sampai 4.000 meter dari muka laut (Reuters/Aljazeera)

Insiden ini menandai bentrokan paling mematikan antara negara tetangga yang punya senjata nuklir tersebut dalam beberapa dekade.

Gesekan mematikan kerap muncul antara kedua kekuatan regional tersebut di perbatasan mereka sepanjang 3.500 kilometer, yang tidak pernah diberi penanda batas dengan baik.

Ribuan tentara dari kedua negara, yang didukung oleh kendaraan lapis baja dan artileri, telah terlibat dalam pertempuran terakhir sejak Mei lalu di wilayah Ladakh, yang berbatasan dengan Tibet.

Para pejabat India mengatakan insiden terbaru itu disebabkan oleh tentara China menerobos perbatasan di tiga titik berbeda, mendirikan tenda dan pos jaga dan mengabaikan peringatan lisan dari India.

Sebaliknya, China menuduh India melintasi "perbatasan yang disengketakan" antara kedua negara.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian mengatakan pasukan India melintasi garis perbatasan dua kali pada hari Senin.

"Mereka memprovokasi dan menyerang personel Tiongkok, mengakibatkan konfrontasi fisik yang serius antara pasukan perbatasan di kedua sisi," kata Zhao.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved