Breaking News:

Kasus Pembunuhan

Lagi Data Warga untuk Terima Bansos Ketua RT di Palmerah Ditusuk Hingga Tewas, Ini Alasannya

Dari pemeriksaan itu didapati bahwa pelaku R (25) mengaku kesal dengan korban karena kerap ditegur saat berkumpul dengan teman-temannya.

Warta kota/Desy Selviany
Tempat Kejadian Perkara (TKP) penusukan Ketua RT di Kota Bambu Utara, Rabu (17/6/2020) sore (Humas Polres Jakarta Barat) 

WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH - Motif warga tusuk Ketua RT di Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat akhirnya terungkap.

Korban mengaku kesal karena kerap ditegur Ketua RT saat berkumpul dengan teman-temannya.

Kanit Reskrim Polsek Palmerah AKP Ali Barokah mengaku sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan pelaku.

Dari pemeriksaan itu didapati bahwa pelaku berinisial R (25) mengaku kesal dengan korban karena kerap ditegur saat berkumpul dengan teman-temannya.

TVRI Tak Lagi Siarkan Pertandingan Sepak Bola Liga Inggris, Begini Kata Dirut TVRI Iman Brotoseno

20.000 Pegawai Industri Pariwisata Terdampak Covid-19, Pemprov DKI Usulkan Kemensos Berikan Bansos

Seketa India-China: Urusan Perbatasan Warisan Kolonial yang Tak Kunjung Selesai

JPU Kasus Novel Baswedan Dibully, Dr Aldo Joe Ingatkan Batasan Kebebasan Berpendapat

Hingga akhirnya pada Rabu (17/6/2020) pukul 15.10 WIB pelaku gelap mata dan menghampiri korban yang merupakan Ketua RT04 RW06, Kota Bambu Utara.

"Pelaku kemudian mengambil pisau dari rumahnya dan mencari korban yang saat itu sedang melakukan pendataan warganya yang menerima bantuan sembako," papar Ali dikonfirmasi Rabu malam.

Ali menjelaskan saat korban sedang mendata, korban berinisal MJ (52) didatangi oleh pelaku. Kemudian pelaku melakukan penusukan dibagian punggung sebelah kanan korban dan langsung melarikan diri.

Sontak warga yang melihat korban terjatuh dan mengalami luka tusukan langsung membawa korban ke Rumah Sakit Pelni.

Namun nyawa korban tidak tertolong saat dalam perjalanan.

Guna mempertanggung jawab perbutannya, pelaku dikenakan pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara.

Polda Metro Akui Pengunjung dan Pedagang Pasar Tanah Abang Tak Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Ini Daftar 7 Transportasi Umum yang Bisa Diatur Ulang di 4 Stasiun yang Sudah Ditata

Penataan 4 Stasiun di Jakarta Bagian dari Pengembangan Kawasan Berorientasi Transportasi

Setelah Dituduh Konsumsi Sabu, Bintang Emon Sebut Ada Upaya Peretasan Akun Medsosnya

Halaman
12
Penulis: Desy Selviany
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved