Pencabulan

Pengacara Korban Pencabulan Anak di Gereja Depok Berharap Pelaku Dikenakan Pasal Berlapis

Pengacara korban pencabulan anak di gereja Depok, yaitu Azaz Tigor Nainggolan berharap pelaku dikenakan pasal berlapis.

TRIBUNNEWS/GITA IRAWAN
Azas Tigor Nainggolan seusai mendaftarkan gugatan perdatanya terhadap PT PLN, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (21/8/2019). 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Pengacara korban pencabulan anak di gereja Depok, yaitu Azas Tigor Nainggolan berharap pelaku dikenakan pasal berlapis.

Tigor mengatakan, terbongkarnya kasus pencabulan yang diduga dilakukan SM (42) lantaran para orang tua dan juga pengurus gereja menaruh curiga terhadap perilaku tersangka.

Sebab, ia kerap terlihat tengah memangku anak-anak yang sedang dalam tugas pelayanan di gereja.

11 Fakta Kasus Pencabulan Terhadap Anak-anak di Depok, dari Lokasi Aksi hingga Tanggapan Gereja

SM sendiri bertindak sebagai salah satu pembimbing remaja gereja.

"Mulai Maret sudah dicurigai. Kalau kejadiannya sendiri sudah lama karena tersangka melakukannya (pencabulan) sejak tahun 2000-an," tutur Tigor saat dihubungi Warta Kota, Selasa (16/6/2020).

Tigor pun menaruh pertanyaan terkait rapinya tersangka menyimpan aksinya selama belasan tahun dan baru terungkap tahun ini.

Pelaku Pencabulan Anak-anak Aktivis Gereja di Depok, Azaz Tigor Nainggolan: Harus Dihukum Berat

Salah satu yang menjadi sebab tersimpannya rapat-rapat perilaku seks menyimpang SM lantaran selama ini SM bersikap baik di depan semua orang.

"Sehingga tidak ada yang curiga atau kritis untuk menanyakan perilaku tersangka karena memang sikapnya baik dan akrab dengan anak-anak. Ternyata itu hanya kamuflase, tipu muslihat dia," paparnya.

Itu sebabnya Tigor meyakini korban kebejatan tersangka berjumlah banyak, bahkan sampai belasan anak.

Untuk itu, Tigor berharap pihak kepolisian mengembangkan kasus ini.

Ia menilai ini kasus besar karena melibatkan anak-anak dan menghancurkan masa depan generasi penerus bangsa.

Kasus Pencabulan Terhadap Anak-anak di Depok, Gereja Dukung Penegakan Hukum, Ini Tanggapannya

"Karena pelaku ini harusnya melindungi anak-anak. Makanya saya harap dalam hal ini dihukum berat dan memutus mata rantai pencabulan ini agar menjadi pembelajaran," katanya.

Dengan pencabulan yang dilakukan SM terhadap korbannya yang merupakan anak-anak lelaki di bawah umur, Tigor mengatakan SM dapat dijerat dengan Undang-Undang 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Hukuman maksimalnya kan 15 tahun, tapi kami berharap ada pemberat lainnya karena tersangka ini kan pembimbing gereja. Kami berharap bisa dikenakan pasal berlapis," tuturnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved