Liga 1

Cerita Raphael Maitimo Memulai Sepak Bola Sejak Usia 6 Tahun dan Memulai Karier di Feyenoord

Memasuki usia sembilan tahun, Raphael Maitimo sudah dibina di akademi sepak bola Feyenoord, yang menjadi awal karir profesional dirinya.

Penulis: Rafzanjani Simanjorang | Editor: Murtopo
Wartakotalive.com/Rafsanzani Simanjorang
Gelandang rekrutan baru Persita Tangerang, Raphael Maitimo. 

Laporan Reporter WARTAKOTALIVE.COM Rafsanzani Simanjorang

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Raphael Maitimo adalah gelandang Persita Tangerang yang lahir dan besar di negara Belanda.

Pemain berusia 36 tahun ini sendiri merupakan pemain naturalisasi di tahun 2012 silam.

Dalam obrolan santai di Rindu Pendekar yang dibawakan oleh Yetta Angelina selaku media officer Persita, pekan lalu, Maitimo sedikit bercerita tentang masa awal-awal menggeluti sepak bola.

Ia menjelaskan, di Belanda dan negara eropa lainnya, anak seumuran lima atau enam tahun sudah biasa bermain bola karena didukung dengan fasilitas dan sistem yang baik. Hal yang berbeda jauh dari Indonesia.

Harapan Raphael Maitimo Setelah Pandemi Covid-19 Berlalu

"Saya sendiri mulai bermain sejak usia enam tahun. Kala itu orang tua menanyakan pilihan kepada saya untuk menggemari apa, dan saya hanya tahu sepak bola. Saya pun masuk ke sekolah sepak bola," tuturnya.

Memasuki usia sembilan tahun, Raphael Maitimo sudah dibina di akademi sepak bola Feyenoord, yang menjadi awal karir profesional dirinya.

Uniknya, dalam silsilah keluarganya, hanya kakek Maitimo yang berasal dari Bukit Tinggi, Sumatera Barat yang menyukai sepak bola, sedangkan orang tuanya tidak ada yang suka sepak bola.

Wah, Ternyata Raphael Maitimo Hampir Membatalkan Proses Naturalisasi karena Alasan ini

"Hanya kakek yang suka sepak bola. Tapi darah olah raga itu sudah ada di kedua orang tua saya yang memang pecinta olah raga. Bapak suka tinju, renang dan ibu dulunya bermain atletik," pungkasnya.

Namun, ada satu yang membuat dirinya kaget saat berkarir sepak bola di Indonesia.

Menurutnya, pecinta sepak bola di Indonesia begitu besar. Baik klub yang berlaga di Liga 1 Indonesia maupun di Liga 2 Indonesia memiliki fanatisme sepak bola yang sama.

Raphael Maitimo Kenang Gol ke Gawang PS Tira Persikabo, Persembahan untuk Tim dan Suporter Persita

"Di Belanda, tim yang masuk dalam tujuh besar, stadion-stadion mereka selalu penuh tapi di Indonesia stadion itu selalu penuh, bahkan walau hanya di Liga 2," paparnya.

Maitimo sendiri memilih berkarir di Indonesia setelah merasakan ada masa depan yang baik untuk dirinya berkarir di Indonesia.

Ia pun mengaku cukup betah tinggal dan berkarir di Indonesia hingga saat ini. (m21)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved