Breaking News:

Virus Corona

Anggota Polisi Polsek Ciracas Swab Test, Saat Konsultasi Terdata 38 Hipertensi dan 13 Diabetes

86 personel yang hari ini menjalani konsultasi, terdapat sejumlah personel yang menderita hipertensi dan diabetes melitus

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dodi Hasanuddin
Warta Kota/Rangga Baskoro
Giat swab test dan konsultasi kesehatan di Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (16/6/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, CIRACAS - Puskesmas Kecamatan Ciracas yang mengadakan swab test bagi anggota kepolisian Polsek Ciracas juga membuka layanan konsultasi kesehatan.

Kepala Puskesmas Kecamatan Ciracas Sunersih Handayani mengatakan dari 86 personel yang hari ini menjalani konsultasi, terdapat sejumlah personel yang menderita hipertensi dan diabetes melitus.

"Ada 38 hipertensi dan 13 diabetes melitus dan sudah mendapat konsultasi oleh dokter kami," kata Sunersih saat dikonfirmasi di Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (16/6/2020).

Mall Gandaria City Jakarta Kembali Buka di PSBB Transisi, Jumlah Pengunjung Hanya 30 Persen

UPDATE Kasus Penusukan Mantan Menko Polhukam Wiranto, Pelaku Dituntut 16 Tahun Penjara

Kasus Pelajar Kestrum, Lurah Wanasari Minta Orang Tua Awasi Anaknya dan Keamanan Rumah Tingkat

76 Warga Rawa Badak Selatan Jalani Swab Test Demi Lindungi Diri dan Keluarga dari Virus Corona

Pada hasil pemeriksaan, para personel mengaku telah mengetahui bahwa mereka memiliki riwayat penyakit tersebut

Meski begitu, Sunersih mengingatkan pentingnya menerapkan pola hidup sehat agar dapat menjalankan tugasnya.

"Untuk yang diabetes melitus kita sarankan mengatur dietnya, makanannya. Kemudian olahraga, karena penyakit tidak menular terkait dengan pola makan dan aktivitas fisik," ujarnya.

Sunersih menuturkan dosis obat yang dikonsumsi personel Polsek Ciracas penderita diabetes melitus harus tepat sesuai kondisi mereka.

Pada penderita diabetes melitus, kemampuan tubuh merubah zat gula menjadi energi tak berjalan baik sehingga merasa mudah lelah.

"Kalau diabetes sebenarnya boleh makan, tapi jumlahnya yang diukur. Disesuaikan kebutuhan kalori masing-masing individu. Jadi boleh makan yang manis, tapi porsinya diatur," tuturnya.

Begini Rekayasa Lalu Lintas Pasca Dibukanya Akses Jalan Baru Underpass Sisi Barat Kota Bekasi

VIDEO: Gagal Haji Karena Pandemi, Pasutri Pedagang Nasi Nabung 20 Tahun demi Tunaikan Rukun Islam

Pelita Jaya Sambut Baik IBL Bergulir Kembali dengan Peraturan Baru

PSSI Buat Buku Panduan Protokoler Kesehatan, Ketum The Jakmania: Apa Klub dan Infrastruktur Siap?

Sementara bagi personel yang menderita hipertensi, Sunersih menyarankan agar mengurangi makanan cepat saji.

Pasalnya kandungan natrium dalam makanan cepat saji cenderung tinggi, pihaknya juga mengingatkan pentingnya olahraga rutin.

"Kalau dalam kasus polisi mungkin mereka sering makan di luar, karena tugas di lapangan. Konsumsi makanan siap saji itu enggak bisa ditakar kandungan natriumnya. Penggunaan garam, penyedap," kata Sunersih. 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved