Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

CATAT! Daftar 22 RW Masuk Zona Merah Virus Corona di Kota Tangerang

Pemerintah Kota Tangerang terapkan Pembatasan Sosial Berskala Lokal (PSBL) tingkat RW. Ini daftar 22 RW Kota Tangerang masuk zona merah virus corona.

Penulis: Andika Panduwinata | Editor: Panji Baskhara
Istimewa
Ilustrasi virus corona 

- Kelurahan Kreo Selatan RW 2 dan RW 6

8. Kecamatan Neglasari

- Kelurahan Karangsari RW 3 dan RW 9

9. Kecamatan Periuk

- Kelurahan Gebang Raya RW 20

- Kelurahan Gembor RW 8

- Kelurahan Sangiang Jaya RW 7

10. Kecamatan Pinang

- Kelurahan Neroktog RW 4

11. Kecamatan Tangerang

- Kelurahan Buaran Indah RW 5

- Kelurahan Cikokol RW 3

- Kelurahan Kelapa Indah RW 7

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota Tangerang akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Lokal Rukun Warga (PSBL-RW)

Penerapan PSBL tersebut rencananya alan dilaksanakan di 24 RW yang masuk zona merah atau berisiko tinggi kasus Covid-19.

Dari 1.014 total jumlah RW di Kota Tangerang ada 24 RW masuk zona merah. Sebanyak 62 RW Zona Kuning dan sisanya masuk zona hijau.

"Ada penurunan signifikan jumlah RW dengan kasus positif Virus Corona, karena sebelumnya ada 250 RW, berkat usaha kita bersama sekarang tinggal 86 RW yang masih terdapat kasus konfirm positif Virus Corona," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Liza Puspadewi, Minggu (14/6/2020).

"Dengan rincian 62 RW masuk zona kuning dan 24 RW zona merah dan 164 RW telah masuk zona hijau," sambungnya.

Klasifikasi tersebut, lanjut Liza, didasarkan pada jumlah kasus konfirm positif Virus Corona di setiap RW berdasarkan tracing yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan.

"Misal bila di suatu RW ada dua kasus positif Corona maka RW tersebut masuk Zona Merah, kalau ditemukan ada satu kasus positif Corona berarti masuk Zona Kuning. Dan kalau tidak ditemukan kasus positif Corona berarti masuk Zona Hijau," ucapnyal

"Kalau misalkan di suatu wilayah RW pernah ada satu kasus positif virus Corona tapi sekarang sudah sembuh, maka wilayah tersebut masuk Zona Hijau meskipun pernah ada orang yang konfirm positif," kata Liza.

Terkait akan dilaksanakannya PSBL, menurut pejabat yang juga pernah menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, pihaknya akan melakukan deteksi kasus secara masif ke wilayah yang menjadi lokasi PSBL RW.

"Kita lakukan pemeriksaan diagnostic dengan Rapid Test atau PCR, termasuk kita juga sediakan layanan kesehatan pada tempat isolasi mandiri yang ditetapkan oleh pemerintah daerah," ungkapnya.

Akui Masih Gagap

Sebelumnya, Liza Puspadewi juga mengatakan bahwa penularan Covid 19 di Kota Tangerang sangat pesat.

"Pada saat penanganan bagaimana cara kami mengantisipasi itu Kota Tangerang masih gagap," aku Liza dalam webinar, Kamis (11/6/2020).

Liza melanjutkan, satu dari beberapa bukti kegagapan Pemerintah Kota Tangerang dan tim Gugus Tugas Covid-19 adalah adanya penularan Virus Corona ke tenaga medis.

Namun, dia tidak menyebut berapa jumlah tenaga medis yang tertular akibat Covid-19 tersebut.

"Buktinya adalah ada beberapa tenaga kesehatan di rumah sakit itu yang langsung terpapar oleh virus," kata Liza.

Kendati demikian, setelah jatuh bangun, Liza mengaku sudah bisa mengendalikan penularan di kota seribu industri tersebut.

Sebab, menurutnya, Tangerang mulai bisa melandaikan grafik penularan Covid-19 sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Liza mengatakan, laju penularan sudah mulai berkurang dari periode per periode PSBB yang diterapkan di Tangerang.

Saat menjelang PSBB, ujar Liza, jumlah kasus tercatat sebanyak 181 kasus.

"Kemudian PSBB pertama, sebanyak 111, PSBB kedua turun 60, PSBB ketiga 56, PSBB keempat sampai dengan 9 Juni jumlahnya sembilan," ucapnya.

Ia juga membuka fakta kalau persentase tingkat kematian Covid-19 Kota Tangerang di atas dari rata-rata nasional.

Pihaknya mencatat, terdapat 28 kasus meninggal dunia karena Covid-19 dari 400 kasus positif sejak 9 Juni 2020.

"Kasus meninggal sebanyak tujuh persen lebih tinggi dari kasus rata-rata nasional yang sekitar 5,8 persen, di dunia itu 5,82 persen," terang Liza.

Kendati demikian, Liza mengklaim korban meninggal di Tangerang didominasi oleh usia rentan dan memiliki penyakit luar selain Covid-19.

"Kalau kita lihat angka kematian case fataliti rate angka kematian didominasi oleh usia lanjut di atas 64 tahun dengan penyakit bawaan," sambungnya.

Ia mengaku kalau korban meninggal murni karena Covid-19 sangat minim walau, Liza tidak membeberkan angkanya.

Selain kasus kematian yang tinggi, Liza mengatakan saat ini Tangerang memiliki tingkat kesembuhan yang lebih baik daripada rata-rata nasional.

Masih dengan data yang sama di tanggal 9 Juni, ia melanjutkan, angka kesembuhan di Tangerang mencalai 63,3 persen atau sebanyak 253 dari 400 kasus positif Covid-19.

Menurut Liza, angka di atas lebih tinggi dari pada angka kesembuhan tingkat nasional.

"Mencatat ada 253 kasus sembuh atau setara 63,3 persen dan angka kesembuhan di Tangerang. Itu di atas angka rata-rata nasional sebesar 34,5 persen," papar Liza. (DIK/Wartakotalive.com)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved