PSBB Transisi
Belajar dari Kasus Surabaya, Akhirnya 50 RPTRA di Jakarta Pusat Batal Buka, Ini Alasannya
Pemerintah Kota Jakarta Pusat batal membuka 50 ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) di Jakarta Pusat yang direncanakan dibuka pada 13-14 Juni 2020.
Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Hertanto Soebijoto
WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Pemerintah Kota Jakarta Pusat batal membuka 50 ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) di Jakarta Pusat yang direncanakan dibuka pada 13-14 Juni 2020.
Belum diketahui kapan RPTRA DI Jakarta Pusat akan dibuka untuk umum.
Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Sudin Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Pusat, Bangun Manalu mengatakan, pembatalan pembukaan RPTRA tertuang dalam SE nomor 15/SE/2020 Dinas PPAPP DKI.
"Jadi kita masih menunggu arahan pembukaannya kapan (belum tau). Kan kemaren itu rencananya taman dengan RPTRA dibuka tanggal 13-14," kata Bangun Manalu, Senin (15/6/2020).
Dikatakan Bangun Manalu, pembatalan pembukaan RPTRA sendiri karena melihat beberapa klaster yang harus diperhatikan seperti anak balita, ibu hamil dan lansia, sebagian mereka kerap kali mengunakan RPTRA sebagai sarana interaksi.
• Warga DKI Kaget, Kawasan Stasiun Tanah Abang Jadi Lebih Tertata Setelah Jadi Kawasan TOD
• CEO Huawei Ditangkap, Dubes China Tuding AS Pembuat Onar dalam Hubungan Bilateral China-Kanada
• JENDERAL Hendropriyono Dilaporkan ke Polisi Pangeran Kalimantan, Sebut Sultan Hamid II Pengkhianat
Sehingga atas kondisi ini, Bangun menilai tim TGUPT Gubernur DKI dan tim ahli epidemiologi memutuskan untuk membatalkan pembukaan RPTRA, apalagi di Surabaya sendiri sempat ditemukan adanya kasus anak-anak yang positif covid-19.
"Kalau RPTRA dibuka pastinya anak banyak karena belum masuk sekolah mainnya pasti ke RPTRA. Nah, tapi RPTRA untuk episentrum di Surabaya aja banyak anak-anak yang kena," katanya.
Meski pembukaan RPTRA belum dapat dilakukan, Dinas PPAPP telah melakukan sejumlah persiapan jika ada pemberitahuan RPTRA dibuka kembali.
Seperti menyediakan tempat cuci tangan, aturan 50 persen kapasitas dan pendampingan orangtua kepada anak-anaknya.
• Kisah Wahati Lahirkan di Semak-semak, Ini Alasan Sudin Sosial Jakbar Pisahkan Ibu dengan Bayinya
"Kalau persiapan kita sudah siap semua. Tinggal nanti kita menunggu arahan dari Gubernur apa yang kurang apa yang harus kita persiapkan lagi," ucapnya.
Covid-19 yang Menyebar di Surabaya Ternyata Berasal dari Eropa
Menristek dan Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro mengungkapkan jenis Covid-19 yang menyebar di Surabaya, Jawa Timur dengan di Jabodetabek, berbeda.
Hal tersebut diketahui setelah Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dan Universitas Airlangga (Unair) mengirimkan whole genome secuencing virus corona dari Surabaya dan Jabotabek ke bank data virus influenza, GISAID.