Breaking News:

Virus Corona

Yakin Ritual Cium Tangan Sembuh dari Covid-19, Orang Suci di India Meninggal Terpapar Virus Corona

Mengaku dengan ritual cium tangan sembuh dari Covid-19, nahas orang suci di India meninggal terpapar virus corona.

Editor: Panji Baskhara
Wartakotalive.com
Ilustrasi - Mengaku dengan ritual cium tangan sembuh dari Covid-19, orang suci di India meninggal terpapar virus corona keesokan harinya. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Mengaku dengan ritual cium tangan sembuh dari Covid-19, nahas orang suci di India meninggal terpapar virus corona.

Sebelum meninggal, orang suci India ini yakin jika melakukan ritual mencium tangan pasien virus corona, dapat memusnahkan Covid-19.

Akibat dari ritual cium tangan pengikut di tengah wabah virus corona atau Covid-19, orang suci India meninggal dunia.

Pria menyatakan dirinta mencium tangan pengikutnya, dan memberi tahu mereka beban hidup akan musnah ini terjadi Tantra dari Ratlam, di Negara Bagian Madhya Pradesh.

Kasus COVID-19 Indonesia Bertambah 1.014 hingga Sabtu (13/6/2020), Total sebanyak 37.420 Kasus

Perkembangan Baru Penelitian Anti Virus Corona yang dilakukan Unair, BIN dan Gugus Tugas Nasional

Viral, Orangtua Meninggal Dunia akibat Virus Corona, Lima Bocah Minta Diadopsi, Ini Fakta Sebenarnya

Dia juga mengklaim ritual cium tangan juga efektif terhadap pasien Covid-19, meski wabah itu menular lewat tetesan di mulut atau hidung.

Departemen kesehatan setempat memyatakan, si orang suci itu terinfeksi virus corona pada 3 Juni, dan meninggal satu hari kemudian.

Dilansir Daily Mail Jumat (12/6/2020), otoritas India mulai melacak siapa saja yang kontak dengan pria itu dan menerapkan swab test ke 40 orang.

Hasilnya, 20 sampel terbukti positif wabah yang pertama kali terdeteksi di Wuhan, China, termasuk tujuh orang anggota keluarga si orang suci itu.

Ilustrasi Virus Corona (Stocktrek Images/Getty Images)

Petugas swab test Ruchika Couhan dikutip Times of India memperingatkan, dia memninta praktik serupa karena begitu berbahaya di tengah ancaman gelombang baru.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved