Breaking News:

Liga 1

Sepak Bola Indonesia Juga Perlu Stimulus dari Pemerintah Setelah Dihantam Covid-19

Sepak bola Indonesia harus lebih disiplin, mulai dari pengurus, pemain, wasit, sampai suporter. Taat aturan dan tentunya meningkatkan kualitas.

Dok: Liga Indonesia Baru
Skuat Persik Kediri saat berlaga di ajang Liga 1 2020. 

Di tengah merebaknya virus corona yang sulit diprediksi penyebarannya serta belum ditemukan vaksin pencegahnya, perlu langkah-langkah strategis untuk menghidupkan kembali sendi kehidupan berbangsa.

Termasuk di dalamnya sepak bola yang merupakan gambaran umum kehidupan masyarakat Indonesia.

Di sepak bola ada interaksi, kerja sama, persaingan, kegembiraan, bahkan kesedihan yang tertuang dalam pertandingan selama 90 menit.

Sepak bola merupakan media paling efektif untuk mengembalikan psikologis dan sosial kultural bangsa paska pandemic dalam proses adaptasi menuju kelaziman baru, atau New Normal.

Webinar sepak bola Indonesia yang diselenggarakan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) dan Program Studi Kajian Wilayah Eropa Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI), Kamis (11/6/2020).
Webinar sepak bola Indonesia yang diselenggarakan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) dan Program Studi Kajian Wilayah Eropa Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI), Kamis (11/6/2020). (Istimewa)

“Covid-19 merupakan momentum untuk menuju era baru sepak bola Indonesia. Bila sektor budaya mendapatkan stimulus untuk bangkit paskapandemi, sepak bola perlu juga diberikan perhatian, karena sepak bola melibatkan banyak sektor, mulai dari ekonomi, sosial, dan budaya. Dari level makro dan mikro. Dari kalangan berada sampai rakyat jelata,“ kata Akmal Marhali, Koordinator Save Our Soccer #SOS dalam webinar yang digelar Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) dan Program Studi Kajian Wilayah Eropa Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI), Kamis (11/6/2020).

Stimulus dari pemerintah, selain memberlakukan protokol kesehatan, juga bisa berupa kemudahan pemeriksaan dan rapid test, sebelum dan sesudah pertandingan berlangsung.

Menggerakkan kehidupan perekonomian di sekitar stadion dengan protokol kesehatan yang jelas dan tegas.

“Kita akan jadi tuan rumah Piala Dunia U-20, yang tentunya akan mendapatkan perhatian masyarakat dunia. Ini bisa jadi momentum untuk pemerintah untuk menunjukkan kepada dunia, bahwa sendi kehidupan bangsa sudah pulih setelah dihajar Covid-19,“ kata Akmal.

Tentunya, New Normal di sepak bola nasional bukan sekedar hidup kembali setelah mati suri.

Pembicara webinar “Sepak Bola Nasional PaskaCovid-19 Sudah Siapkah Bergulir Kembali?“, yang diselenggarakan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) dan Program Studi Kajian Wilayah Eropa Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI), Kamis (11/6/2020).
Pembicara webinar “Sepak Bola Nasional PaskaCovid-19 Sudah Siapkah Bergulir Kembali?“, yang diselenggarakan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) dan Program Studi Kajian Wilayah Eropa Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI), Kamis (11/6/2020). (Istimewa)

Harus ada perubahan fundamental yang dilakukan, terutama reformasi tata kelola sepak bola nasional, agar lebih sehat, kompetitif, berkualitas, profesional, dan bermartabat.

Halaman
12
Penulis: Merdi Iskandar
Editor: Merdi Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved