Breaking News:

Viral Medsos

Mbah Sarani Hidup Sebatang Kara di Kampung Priuk, Saat Kelaparan Sampai Makan Kapuk Kasur

Diceritakan lewat akun instagram Yuni.Rusmini, Jumat (12/6/2020), Mbah Sarani hidup sebatang kara tanpa anak dan istri.

IG: Yuni.Rusmini
Mbah Sarani hidup sebatang kara di Serang, Banten hanya bergantung pada belas kasih para tetangga 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Sebuah kisah sedih dari kehidupan Mbah Sarani yang tinggal di Kampung Priuk, Desa Singamerta, Kecamatan Ciruas , Serang , Banten.

Diceritakan lewat akun instagram Yuni.Rusmini, Jumat (12/6/2020), Mbah Sarani hidup sebatang kara tanpa anak dan istri. Karena sang  istri sudah lebih dulu meninggal.

Tiap hari hanya sendiri, hanya mbok khatidjah adlh org yg sering memberinya makan , walau hidup serba pas-pasan..

Mbah ini kadang sering kelaparan , saat hanya ada air dan air yg ada di sebelah kasurnya ' saking laparnya mbah sampai memakan kapuk dari bantal dan kasur sebagai pengganjal perutnya.

Kisah Pemulung di Jakarta Timur, Tak Punya Uang untuk Melahirkan dan Bayar Kontrakan

Mantan Pemain Persiba Ungkap Kisah Timnya Tak Mau Juara ISL 2009/2010, Karena Tak Ada Uang

Sedikit cerita dari si mbah, waktu bulan puasa kemaren, tak ada yg memberinya makan, sampai mbah merangkak keluar rumah ke jalanan telanjang teriak minta makan

Sampai dengkul dan jari-jari kakinya pada berdarah darah kena jalanan aspal.

Berikut postingan lengkapnya:

Bismillahirrohmanirrohim...
Buat sahabatku dimanapun berada, terutama yg berada di daerah Banten.
Tolong relawan komunitas peduli kemanusiaan, yg area dekat merapat ,kroscek Dan bantu infokan ke dinas terkait.

Yg Mana dari info yg saya dapat. Ada lansia dgn kondisi memprihatinkan Dan butuh kepedulian kita. Keterangannya sbb:

Nana : mbah sarani .
Alamat : kampung priuk, desa singamerta kec.ciruas , kab serang , Banten.

Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved