Wali Kota Jakarta Utara Cegah Covid-19 dengan Sasar Pemukiman Padat Penduduk

Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko mempunyai langkah tersendiri untuk mengatasi pandemi Covid-19 di permukiman padat penduduk.

Warta Kota/Junianto Hamonangan
Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko 

WARTAKOTALIVE.COM, TANJUNGPRIOK - Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko mempunyai langkah tersendiri untuk mengatasi pandemi Covid-19 di wilayahnya dengan cara menyasar pemukiman padat penduduk.

Sigit menceritakan jajarannya menyasar lokasi pemukiman padat penduduk yang sulit untuk melakukan isolasi mandiri dengan mengadakan tes rapid massal.

Setiap Harinya TIm KSB Memasok 200 Makanan Siap Saji untuk Warga yang Isolasi Mandiri

“Hari ini kita serang. Jadi kawasan padat penduduk yang sulit karantina mandiri kami serang,” kata Sigit, di Kantor Wali Kota Jakarta Utara.

Apalagi karantina mandiri dinilai mampu sebagai langkah efektif tingkatkan proses kesembuhan warga lebih cepat dari biasanya karena ada pengaruh dari sisi psikologis.

“Kalau dkarantina di lingkungan bisa lebih cepat sembuh. Itu yang kita dorong kenapa metode kami, serang titik rentan dan rawan tracing sampai layer keempat,” tegas Sigit.

Zona Merah Covid-19, RW 11 Pademangan Barat Jakarta Utara Terapkan PSBL

Menurut Sigit, hal itu efektif untuk pemetaan wilayah-wilayah mana saja yang rentan terpapar sekaligus antisipasi penyebaran Covid-19.

“Kita programkan scanning massal, harus dikerjakan di daerah padat. Jadi kenapa angka (positif Covid-19) di Jakarta Utara tinggi, karena kita kejar,” kata Sigit.

Sistem tersebut berbeda dengan sebelumnya dimana tenaga medis yang selama ini menjadi garda terdepan penanganan Covid-19 terlebih dahulu menjalani tes rapid.

4 Pasar Ini Pedagangnya Terjangkit Covid-19, Aktivitas Perdagangan Tetap Berlangsung

Setelah itu apabila ada di antata mereka yang positif Covid-19 akan dikarantina di tuang isolasi sesuai protokol kesehatan. Namun sistem itu kini diubah menyasar seluruh lapisan masyarakat.

“Hari ini persentasenya yang aktif (Covid-19) tinggal 36 persen artinya semakin sedikit,” ungkap Sigit.

Ditambah lagi kesadaran masyarakat belakangan juga meningkat. Mereka yang rentan atau baru saja datang, berinisiatif untuk melakukan isolasi mandiri.

Miris Lihat Lokasi Karantina Covid-19 di Kabupaten Jombang Tak Tersedia Air

“Kita lihat pengendalian pergerakan penduduk hari ini dengan etika baik kalau dari luar daerah lapor RT/RW, laksanakan karantina mandiri dan bersedia di rumah dan dipasang stiker,” ujarnya.

Selain itu transparansi data juga menjadi hal penting lainnya dalam upaya penanganan Covid-19. Sehingga dapat meredam kemungkinan konflik horisontal di masyarakat.

“Buat kita yang paling penting transparansi data orang harus diinformasikan. Jadi kami punya data by name by adress sampai dengan tingkat RT dan kita deliver ke masyarakat,” katanya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved