Breaking News:

Virus Corona

Survei Visa, 62 Persen Masyarakat Indonesia Lebih Suka Pembayaran Digital di Masa Pandemi Covid-19

6 dari 10responden Indonesia mulai membentuk kebiasaan nontunai, dengan lebih memilih untuk membayar dengan menggunakan kartu atau aplikasi mobile.

Penulis: Dodi Hasanuddin | Editor: Dodi Hasanuddin
Istimewa
Ilustrasi Pembayaran digital 

Dalam hal pengalaman berbelanja, 56% responden Indonesia mengatakan bahwa belanja online memberikan pengalaman yang lebih positif dibandingkan dengan belanja tatap muka.

Warga Desa Pondok Jaya Kabupaten Tangerang yang Terima BLT Nyatanya Sama Sekali Belum Dapat Bansos

Arab Saudi Alami Lonjakan Kasus Virus Corona Setelah Melonggarkan Aturan Pengetatan

BERITA FOTO: Pedagang Oleh-oleh Haji Tanah Abang Kena Imbas Pembatalan Keberangkatan Haji

Joko Anwar Samakan Nonton Film Secara Ilegal Sama dengan Maling

Hal yang sama diutarakan oleh 46% responden di Asia Pasifik dan 37% responden global.

 Survey ini juga menunjukkan kebiasaan nontunai yang mulai terbentuk di seluruh dunia, dengan 62% responden Indonesia mengungkapkan memilih membayar dengan metode nontunai.

Demikian pula, 58% responden di Asia Pasifik dan 64% responden global mengatakan lebih menyukai metode nontunai.

 Intensi untuk membayar di masa depan juga konsisten di seluruh dunia, di mana konsumen di Indonesia (62%), Asia Pasifik (75%) dan seluruh dunia (66%) memilih untuk tetap menggunakan pembayaran elektronik daripada uang tunai ketika aktivas sehari-hari kembali berlanjut.

Perencanaan keuangan juga menjadi perhatian utama banyak responden, dengan 78% responden Indonesia meyakini mereka harus lebih proaktif dalam mengelola keuangan mereka di masa sekarang, lebih tinggi dibandingkan dengan responden di Asia Pasifik (74%) dan global (70%).

Adapun, responden Indonesia cukup optimis dengan pemulihan ekonomi, di mana 64% percaya bahwa perekonomian akan pulih dengan cepat saat tantangan kesehatan saat ini terkendali; optimisme yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 40% responden di Asia Pasifik dan 31% responden global.

“Tantangan di saat ini semakin mempercepat adopsi teknologi digital oleh masyarakat, termasuk di ranah pembayaran, seiring beralihnya konsumen dan pelaku usaha ke perdagangan digital. Percepatan digitalisasi dalam berbagai aspek kehidupan ini sepertinya akan menjadi sebuah fondasi the new normal,” tambah Riko.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved