Breaking News:

Hotel & Resort

Sambut New Normal, OYO Luncurkan Program Kualifikasi Sanitized Stay

Melalui program ini, OYO menerapkan standar baru untuk meminimalisir kontak fisik pada operasional hotel mitra OYO selama pandemi dan fase new normal.

Warta Kota/Hironimus Rama
Meta Rostiawati (kiri atas); Carlo Ongko, Country Stock Head, OYO Hotels and Homes Indonesia (kanan atas); Bambang Ismadi, Kepala Bidang Industri Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta (kiri bawah) dan Eko Bramantyo, Country Head Emerging Business, OYO Hotels and Homes Indonesia (kanan bawah); dalam Virtual Press Conference, Kamis (11/6/2020). 

WARTAKOTALIFE.COM, JAKARTA — Industri pariwisata termasuk salah satu sektor yang sangat terpukul oleh pandemi Covid-19.

Sejak wabah ini mulai masuk ke Indonesia pada awal Maret lalu, banyak maskapai penerbangan yang menutup rute penerbangan, baik internasional maupun domestik.

Kondisi ini berimbas pada menurunnya okupansi pada sektor perhotelan.

Situasi semakin berat sejak diberlakukannya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) pada pertengahan Maret lalu di Jakarta dan beberapa kota lainnya di Tanah Air.

Kepala Bidang Industri Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Bambang Ismadi, mengakui wabah Covid-19 berdampak kepada sekitar 150 ribu pekerja sektor pariwisata di Jakarta.

"Kami menutup usaha hiburan di Jakarta sejak 19 Maret lalu. Setidaknya ada 8.309 unit usaha pariwisata yang terdiri dari hotel, restoran dan hiburan terdampak pandemi Covid-19," kata Bambang dalam virtual press conference, Kamis (19/6/2020).

Bambang Ismadi, Kepala Bidang Industri Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, dalam Virtual Press Conference, Kamis (11/6/2020).
Bambang Ismadi, Kepala Bidang Industri Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, dalam Virtual Press Conference, Kamis (11/6/2020). (Warta Kota/Hironimus Rama)

Sementara dari sektor ekonomi kreatif, lanjut Bambang, ada 1.918 unit usaha terdampak dengan jumlah terbanyak pada usaha kuliner, seni pertunjukan, fesyen dan kriya.

Memasuki masa New Normal, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta telah mengeluarkan protokol umum dan khusus bagi pelaku usaha pariwisata.

"Protokol ini mulai diterapkan di Industri akomodasi. Jika berjalan lancar maka akan dilakukan relaksasi lebih luas di sektor pariwisata," jelasnya.

Sanitized Stay
Pembukaan kembali sektor usaha di masa PSBB transisi dengan protokol New Normal disambut baik oleh pelaku industri perhotelan.

Halaman
123
Penulis: Hironimus Rama
Editor: Ichwan Chasani
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved