Breaking News:

PSBB Jakarta

Konsumsi Air Bersih Perpipaan di DKI Jakarta Menurun, Berikut Penyebabnya

Direktur Utama PAM Jaya Priyatno Bambang Hernowo menjelaskan penyebab penurunan konsumsi air bersih di Jakarta.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Panji Baskhara
sndimg.com
ILUSTRASI Air bersih 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), konsumsi air bersih perpipaan di DKI Jakarta menurun.

Terjadinya penurunan konsumsi air bersih di Jakarta tersebut, telihat selama tiga bulan atau selama PSBB Jakarta diberlakukan.

Selain itu sejak 10 April sampai 4 Juni, banyak perkantoran dan pelaku industri di Jakarta tak beroperasi, dampak dari ketentuan Work From Home (WFH), dari pemerintah daerah.

Menurut Direktur Utama PAM Jaya Priyatno Bambang Hernowo, sebelum masa PSBB jumlah pengguna air bersih perpipaan di DKI Jakarta mencapai 20.200 liter per detik dalam sehari.

Selama PSBB Tangerang Raya, Perumdam TKR akan Beri Diskon Layanan Air Bersih

Edukasi 1.900 Siswa SD dan Guru Tentang Pelestrarian Air Bersih, Program Mizuiku SGB Capai 75 Persen

Pipa Bocor Sebanyak 35.000 Pelanggan PDAM Tangerang Kesulitan Air Bersih

Sementara selama PSBB penggunaan air bersih hanya menembus 19.500 liter sampai 19.800 liter dalam sehari.

“Meski ada penurunan konsumsi air di sektor perusahaan dan industri, tapi ada peningkatan konsumsi air di rumah tangga"

"karena adanya imbauan pemerintah agar masyarakat tetap berada di rumah selama PSBB,” kata Priyatno saat diskusi virtual dengan Wartawan Balai Kota/DPRD DKI Jakarta pada Senin (10/6/2020) siang.

Meski ada perubahan pola konsumsi dari sektor komersil ke rumah tangga, pihaknya tetap memaksimalkan pelayanan kepada para pelanggan.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved