Berita Jakarta
Gawat, Uang Iuran Dibawa Kabur, Aliran Listrik Fasum di Rusun Dinas Kebersihan DKI Dicabut
Diduga uang iuran bulanan dibawa kabur pengurus RW, aliran listrik Fasum d Rusun Dinas Kebersihan DKI, RW 03 Semper Barat, Cilincing dicabut.
Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Rusna Djanur Buana
WARTAKOTALIVE.COM, CILINCING - Aliran listrik fasilitas umum (fasum) yang ada di Rusun Dinas Kebersihan DKI Jakarta, RW 03 Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, diputus karena tagihan belum dibayarkan pengurus RW.
Seorang warga, Uwak Uto (53) mengatakan pemutusan empat gardu listrik untuk fasum itu sudah langsung sekitar satu minggu dan membuat warga terkejut.
"Udah nggak disegel lagi, langsung dicabut. Ya udah warga terima aja dulu," kata Uto, Selasa (9/6).
Diputusnya empat gardu listrik untuk mengaliri listrik fasum di rusun tersebut membuat kondisi lorong-lorong serta area parkir rusun menjadi gelap gulita sepekan belakangan.
"Ini, penerangan lorong dengan lorong yang di per lantai, di lorong lantai 3 sampai lantai 5.
• Daftar Perguruan Tinggi Top Dunia 2021, UGM Naik ke Peringkat 254 dari Sebelumnya 320
Tapi tiap lorong juga mati, fasilitas umum mati," kata Uto.
Belakangan diketahui uang iuran listrik dan air yang telah dibayar setiap bulannya oleh warga, tidak dipakai dengan seharusnya oleh pengurus RW 03 Semper Barat berinisial S.
Padahal, setiap bulannya warga rusun rutin bayar sebesar Rp 80.000 yang terbagi atas iuran listrik Rp 15.000 dan air Rp 60.000.
Iuran yang per bulannya bisa mencapai Rp 25 juta itu tidak dibayarkan kepada penyedia layanan listrik.
"Ya memang belum dibayarkan.
Mungkin juga udah tersebar beritanya, jadi mungkin ada pengurus RW yang pribadi dipakai, kita juga nggak ngerti gimana ceritanya," ucap Uto.
• Kisah Wahati, Lahirkan Bayi Sendiri Saat Hujan Deras di Semak-semak Beratapkan Kardus
Pengurus RW 03 Semper Barat, Sujadi mengatakan uang hasil iuran listrik dan air tersebut langsung diberikan kepada pengurus RW yang bersangkutan karena tidak ada bendahara.
"Jadi keuangan langsung dipegang Ketua RW, seluruhnya. Makanya kok sampai nggak terbayar dan terputus. Jadi saya sendiri pun kaget," kata Sujadi.
Setelah terjadinya pemutusan aliran listrik itu, Sujadi mengaku belum dapat menemui Ketua RW Sutrisno yang sampai saat ini belum diketahui keberadaannya.