Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Rahmat Effendi Tunggu Informasi dari RS Mekarsari Terkait Warga Ambil Paksa Jasad PDP Virus Corona

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menyesalkan insinden ambil paksa di Rumah Sakit (RS) Mekarsari, Kelurahan Bekasi jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Intan Ungaling Dian
Warta Kota/Muhammad Azzam
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Stadion Patriot Chandrabhaga, Kota Bekasi, Selasa (9/6/2020). 

"Itu diselidiki dulu apa miskomunikasi antara dokter sama keluarga pasien kita kan engga tahu. Masih dalam pendalaman," tutur dia.

Ada Virus Corona, Lesehan Bu Gendut yang Legendaris di Blok M Itu Belum Buka Lagi Sejak Maret 2020

Wabah Virus Corona Belum Berakhir, Begini Cara Rian DMasiv Supaya Tetap Dapat Penghasilan

Pihak RS Mekarsari hingga kini belum dapat dimintai keterangan perihal insiden tersebut.

Sebelumnya, viral video di media sosial dan pesan singkat WhatsApp, puluhan warga membawa paksa pasien meninggal diduga pasien virus corona dari RS Mekarsari, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Dalam video berdurasi tiga menit itu memperlihatkan puluhan warga bergerombol masuk ke rumah sakit.

Mereka langsung merangsek masuk, menggedor pintu rumah sakit sambil berteriak penuh emosi.

Gerombolan orang itu juga menuju ke salah satu ruangan dan keluar membawa pasien meninggal sembari mengucapkan kalimat tahlil.

75.000 Paket Sembako Disiapkan Pemkot Bekasi untuk Warga Non-DTKS saat Masa PSBB Transisi

Bayi Laki-laki Ditemukan di Kebun Bojongmenteng Bekasi, Polisi Selidiki Pembuang Bayi

Salah satu sumber bernama Ijul (39) mengatakan, dia  terkejut ketika terjadi keramaian warga yang datang ke rumah sakit.

"Kaget juga, kejadian siang kemarin. Ramai yang datang ada kayaknya puluhan," katanya saat berbincang dengan Wartakotalive.com, pada Selasa (9/6/2020).

Namun Ijul tak mengerti persoalan ya g terjadi. Meski begitu, dia menduga, keluarga pasien tak terima anggota keluarganya disebut pasien Covid-19 sehingga jasad diambil paksa keluarga.

"Itu pasien warga Tambun, Kabupaten Bekasi. Informasinya meninggal Covid-19 tapi keluarga enggak terima," tutur Ijul. 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved